LINTASWAKTU33 - Publik dikejutkan oleh kabar meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah. Setelah mengakhiri hidup, ironinya Timothy mendapatkan perundungan oleh teman-temannya di kampus.
Mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi itu ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari Gedung FISIP Unud, Denpasar, pada Rabu (15/10/2025). Kejadian tersebut sontak menggemparkan warganet dan memunculkan keprihatinan luas terhadap dunia pendidikan Indonesia.
Diberitakan sebelumnya idn33 link alternatif, Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T.,Ph.D juga menyampaikan duka mendalam serta menegaskan komitmen universitas menciptakan kampus yang aman, berempati, dan bebas dari kekerasan.
Seperti diketahui, setelah meninggalnya Timothy, beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang menunjukkan komentar tidak empatik dari sejumlah mahasiswa terhadap Timothy. Dalam percakapan itu, mereka tampak mengolok-olok kematian Timothy dengan kata-kata bernada merendahkan.
“Gue nangis banget lihatnya,” tulis akun X @bo****.
“Orang sebaik itu dibully sampai meninggal,” tambah @sa******.
“Udah meninggal aja masih dibully,” tulis akun lain @de******.
Pihak kampus menegaskan bahwa percakapan yang beredar terjadi setelah peristiwa meninggalnya Timothy dan tidak berkaitan langsung dengan penyebab kematian. Namun demikian, Universitas Udayana menyatakan akan tetap menindak setiap bentuk perundungan atau perilaku tidak berempati yang mencoreng nilai-nilai akademik.
Diketahui, sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam percakapan tersebut telah membuat video permintaan maaf.
Terbit : 19 Oktober 2025
Waktu Baca : 3 menit
Penulis : @XzeV
