5 Fakta Home Sweet Loan The Musical, Ada Alasan soal 2 Pemeran Kaluna

Terbit : 09 AUGUST 2026
Waktu Baca : 3 MENIT
Penulis : @Lukas


LINTASWAKTU33Jakarta  Perjalanan Kaluna sebagai bagian dari generasi sandwich kembali mendapatkan bentuk baru. Setelah kisahnya diangkat ke layar lebar pada 2024, cerita perjuangan karakter tersebut kini akan disajikan melalui Pertunjukan musikal bertajuk Home Sweet Loan The Musical.

Pementasan ini merupakan kolaborasi antara Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House. Para penonton nantinya dapat menyaksikan pertunjukan tersebut sebanyak 23 kali mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026. Seluruh pementasan dijadwalkan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam produksi, mulai dari perwakilan indonesia Kaya hingga para pemain dan tim kreatif, turut membagikan cerita mengenai proses lahirnya pertunjukan tersebut. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menariknya, ide membawa Home Sweet Loan ke panggung ternyata sudah muncul sebelum versi musikal diproduksi. Program Manager indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya sempat menggagas pementasan dalam format yang lebih sederhana.

Menurut Billy, indonesia Kaya memang memiliki program yang mendorong karya sastra untuk diadaptasi menjadi pertunjukan panggung. Novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari kemudian menjadi salah satu karya yang dinilai memiliki cerita kuat untuk dibawa ke hadapan penonton secara lebih dekat.

"Karena kita cari karya-karya sastra yang bisa dipanggungkan. Lalu kami merasa karya novel Mba Almira, Home Sweet Loan ini yang sudah difilmkan, itu fenomenal sekali. Menguatkan tulang punggung yang ada di luar sana, dan dibawa versi yang lebih intimate," kata Billy.

Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada Cristian Imanuell yang merupakan Produser Visinema. Dari pembicaraan itu, konsep pementasan home Sweet Loan mulai berkembang hingga akhirnya memiliki format yang lebih besar.

Billy menjelaskan, proyek tersebut pada awalnya memang dirancang sebagai pertunjukan monolog. Konsepnya memadukan cerita tunggal dengan iringan ansambel musik. Namun, setelah mendapat respons positif, ide tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pihak Visinema.

"Waktu itu dibawa ke panggung indonesia Kaya, konsepnya monolog dengan diiringi ansamble number. Dan ternyata sama Cris dilanjutin lebih panjang lagi," ujar Billy.

Dari konsep sederhana tersebut, Home Sweet Loan kemudian berkembang menjadi pertunjukan musikal yang lebih utuh. Adaptasi ke panggung ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton yang sebelumnya telah mengenal kisah Kaluna melalui novel maupun filmnya.

Dengan format musikal, cerita mengenai perjuangan keluarga, tuntutan hidup, serta dilema yang dihadapi generasi sandwich akan dikemas melalui perpaduan akting, musik, dan pertunjukan panggung.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama