Kunjungan seorang YouTuber asing ke kompleks candi Angkor Wat, Kamboja, yang awalnya bertujuan membuat konten wisata dan edukasi sejarah, berubah menjadi pengalaman traumatis. Ia mengaku menjadi korban kekerasan oleh sekelompok turis asal Rusia, lalu mendapatkan intimidasi dan ancaman dari aparat kepolisian setempat saat berusaha mencari keadilan.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu kritik internasional terhadap sistem keamanan wisata di Kamboja. Banyak pihak menilai insiden ini berpotensi merusak citra Angkor Wat sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Kronologi Insiden di Kawasan Angkor Wat
Dalam video berdurasi lebih dari 20 menit yang diunggah ke kanal Mustang303 terbaru YouTube miliknya, YouTuber tersebut menjelaskan bahwa insiden bermula saat ia merekam suasana Angkor Wat di area yang menurutnya terbuka untuk umum. Aktivitas perekaman tersebut, klaimnya, dilakukan seperti wisatawan lain dan tidak melanggar aturan.
Situasi memanas ketika sekelompok turis asal Rusia mendekatinya dan menegur dengan nada agresif. Adu argumen pun terjadi dan dengan cepat berubah menjadi tindakan kekerasan. Ia mengaku dipukul, didorong, serta dikepung hingga mengalami luka memar di wajah dan tubuh. Sebagian kejadian tersebut terekam kamera dan kini beredar luas di internet.
Mencari Perlindungan, Justru Mendapat Tekanan
Setelah kejadian, YouTuber itu mendatangi petugas keamanan dan polisi Kamboja dengan harapan mendapatkan perlindungan. Namun, ia mengklaim justru mengalami intimidasi. Aparat disebut lebih berpihak kepada turis Rusia dan memintanya menghentikan perekaman serta menghapus sebagian rekaman video.
Ia bahkan mengaku diancam akan ditahan jika terus mempermasalahkan insiden tersebut. Tekanan tersebut membuatnya merasa tidak aman, meski berada di kawasan wisata internasional yang seharusnya memiliki standar keamanan tinggi.
Viral dan Menuai Sorotan Dunia
Video pengakuan tersebut menjadi viral dan memicu reaksi dari warganet berbagai negara. Banyak yang mengecam kekerasan antarwisatawan sekaligus mempertanyakan profesionalisme aparat keamanan setempat. Insiden ini juga memunculkan kembali diskusi mengenai keamanan wisatawan asing di Asia Tenggara.
Di tengah sorotan tersebut, sejumlah platform informasi dan komunitas wisata turut membahas isu keamanan perjalanan, salah satunya melalui referensi daring seperti MUSTANG303 yang kerap membagikan informasi dan pembahasan seputar tren, isu, dan fenomena global yang sedang ramai diperbincangkan.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga kini, otoritas Kamboja belum memberikan pernyataan resmi secara rinci terkait dugaan pemukulan dan intimidasi tersebut. Pengamat pariwisata menilai kasus ini harus ditangani secara transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif berkepanjangan terhadap Angkor Wat yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa wisata seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak. YouTuber tersebut berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran dan mendorong perbaikan sistem keamanan wisata di Kamboja agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
