Laos dan Kamboja Perkuat Kerja Sama Pertahanan demi Stabilitas Perbatasan

Laos dan Kamboja Perkuat Kerja Sama Pertahanan demi Stabilitas Perbatasan

Kerja Sama Pertahanan Laos–Kamboja Perkuat Hubungan Demi Perdamaian Perbatasan

🔍 Baca Juga: Ketegangan di Perbatasan Kamboja dan Thailand:

LINTASWAKTU33

PHNOM PENH, – Pemerintah Laos dan Kamboja kembali menegaskan komitmen strategis mereka untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan perbatasan. Dalam kunjungan resmi yang berlangsung pada 17 Februari 2026 di Phnom Penh, Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Laos, Jenderal Saichay Kommasith, bertemu dengan Ketua Senat Kamboja, Hun Sen, serta pejabat tinggi militer Kamboja lainnya.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari dialog bilateral rutin yang bertujuan menjaga stabilitas di kawasan perbatasan kedua negara yang panjangnya mencapai lebih dari 500 kilometer. Fokus utama pembahasan adalah pencegahan konflik, patroli bersama, serta pertukaran intelijen untuk memberantas kejahatan lintas batas seperti penyelundupan dan perdagangan manusia.

Komitmen Hun Sen: “Perbatasan Damai untuk Kemakmuran”

Hun Sen, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Rakyat Kamboja (CPP), menyambut hangat delegasi Laos. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa hubungan baik dengan Laos adalah prioritas. “Kamboja dan Laos adalah saudara dekat. Perbatasan kita harus menjadi zona perdamaian, kerja sama, dan pembangunan ekonomi. Tidak ada ruang untuk provokasi atau kesalahpahaman,” ujar Hun Sen di hadapan para wartawan.

Sebagai bentuk konkret, kedua pihak sepakat mengaktifkan kembali hotline militer dan mengadakan pertemuan bulanan para komandan daerah di wilayah perbatasan, terutama di provinsi Stung Treng (Kamboja) dan Champasak (Laos).

Fokus pada Stabilitas Regional di Tengah Dinamika Baru

Langkah ini dinilai penting mengingat kawasan Asia Tenggara sedang menghadapi berbagai tantangan keamanan non-tradisional, mulai dari kejahatan siber hingga pengaruh rivalitas kekuatan besar. Baik Laos maupun Kamboja sama-sama menegaskan netralitas mereka dan komitmen terhadap prinsip ASEAN dalam menyelesaikan sengketa secara damai.

“Kami percaya dialog adalah satu-satunya jalan. Kerja sama militer Laos–Kamboja akan terus ditingkatkan, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di tingkat lokal,” ujar Jenderal Saichay Kommasith dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan.

Kerja Sama Lintas Sektor: Dari Militer ke Ekonomi

Selain masalah pertahanan, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembukaan pos lintas batas baru untuk memperlancar arus barang dan orang. Peningkatan infrastruktur konektivitas, seperti jalan penghubung antara provinsi Attapeu (Laos) dan Ratanakiri (Kamboja), diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan yang selama ini terisolasi.

“Ketika keamanan terjamin, ekonomi akan mengikuti. Stabilitas adalah fondasi dari segala pembangunan,” kata analis keamanan regional, Dr. Sok Piset, yang dihubungi LintasWaktu33.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan terkini seputar kerja sama bilateral di Asia Tenggara, jangan lewatkan analisis kami sebelumnya tentang dinamika perbatasan Kamboja–Thailand yang dapat diakses melalui tautan di atas.

💡 Kesimpulan: Daftar Mustang303 mudah Penguatan kerja sama pertahanan Laos–Kamboja adalah langkah positif yang tidak hanya menjamin keamanan perbatasan tetapi juga membuka peluang kolaborasi ekonomi.

✍️ Penulis: LintasWaktu33 – Menyajikan berita aktual dan analisis mendalam seputar politik, keamanan, dan kerja sama internasional. Semua data diverifikasi dari sumber resmi dan media terpercaya.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama