Ketegangan di kawasan perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali memanas setelah militer Kamboja dilaporkan menembakkan artileri ke arah wilayah Thailand dalam insiden terbaru yang terjadi di zona sengketa. Rentetan ledakan terdengar sejak dini hari, memicu kepanikan warga sipil di desa-desa sekitar garis demarkasi.
Insiden ini menambah panjang daftar bentrokan bersenjata kedua negara yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi antara ketegangan terbuka dan upaya diplomasi yang rapuh.
Kronologi Insiden Terbaru
Menurut sumber keamanan di lapangan, tembakan artileri dilepaskan dari sisi Kamboja ke beberapa titik yang diklaim sebagai posisi Mustang303 official militer Thailand. Dentuman pertama terdengar sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Beberapa proyektil dilaporkan jatuh di kawasan hutan perbatasan, sementara lainnya menghantam area terbuka yang tidak jauh dari permukiman warga.
Militer Thailand menyatakan pasukannya dalam posisi siaga tinggi dan siap melakukan respons terukur. Otoritas setempat juga segera melakukan evakuasi terhadap warga di beberapa desa yang dianggap berisiko terdampak tembakan lanjutan. Hingga laporan ini disusun, belum ada angka resmi terkait korban jiwa. Namun sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan.
Titik Sengketa Lama: Bayang-bayang Preah Vihear
Wilayah sekitar Preah Vihear kembali disebut sebagai salah satu titik sensitif. Kuil bersejarah yang berdiri di puncak perbukitan tersebut telah lama menjadi simbol sengketa kedua negara. Putusan hukum internasional menegaskan wilayah kuil berada di Kamboja, namun garis batas di sekitarnya masih memicu perbedaan interpretasi.
Pengamat militer menilai eskalasi terbaru kemungkinan dipicu oleh peningkatan aktivitas patroli dan pembangunan infrastruktur pertahanan di zona abu-abu perbatasan. Pemerintah Kamboja menyatakan langkah artileri bersifat defensif setelah mendetksi pergerakan militer Thailand.
Di sisi lain, Thailand menyebut insiden ini sebagai provokasi serius. Kedua negara sama-sama memperkuat kehadiran militer di sepanjang garis perbatasan dengan tambahan artileri, kendaraan lapis baja, dan unit infanteri.
Dampak terhadap Warga Sipil
Warga di wilayah perbatasan kembali hidup dalam ketidakpastian. Sekolah dilaporkan ditutup sementara, perdagangan lintas batas dihentikan, dan pos pemeriksaan diperketat. Sejumlah keluarga memilih mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
Organisasi kemanusiaan mulai menyalurkan bantuan darurat seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis. Pelaku usaha kecil yang bergantung pada perdagangan lintas batas mengaku mengalami kerugian akibat gangguan distribusi.
Situasi Regional dan Diplomasi ASEAN
Ketegangan ini memicu kekhawatiran di tingkat regional. Sebagai sesama anggota ASEAN, konflik terbuka dinilai dapat mengganggu stabilitas kawasan. Pengamat hubungan internasional mendorong kedua negara mengaktifkan kembali dialog bilateral dan jalur komunikasi militer guna mencegah eskalasi.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, pertemuan tingkat menteri pertahanan berhasil meredakan situasi. Namun kondisi saat ini dianggap lebih sensitif karena meningkatnya sentimen nasionalisme.
Situasi Terkini
Hingga sore hari, laporan menyebutkan situasi masih tegang namun relatif terkendali. Belum ada tanda eskalasi besar seperti serangan udara atau mobilisasi tambahan pasukan. Saluran komunikasi militer tetap terbuka untuk mencegah kesalahpahaman.
Insiden terbaru ini menjadi pengingat bahwa persoalan batas wilayah dapat sewaktu-waktu kembali memicu ketegangan serius jika tidak disertai komitmen diplomasi yang konsisten.
