Temui Menteri HAM Kamboja, Pigai bahas isu pekerja dan jajaki kerja sama


Temui Menteri HAM Kamboja, Pigai bahas isu pekerja dan jajaki kerja sama

Dipublikasikan oleh

LINTASWAKTU33

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri HAM Kerajaan Kamboja dalam kunjungan kerja resminya ke Phnom Penh. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang hak asasi manusia, dengan fokus utama pada isu perlindungan pekerja, khususnya pekerja migran Indonesia yang bekerja di Kamboja.

Dalam era digital saat ini, banyak masyarakat juga memanfaatkan berbagai platform online untuk mencari informasi dan hiburan, salah satunya melalui Mustang303. Namun, di balik kemajuan tersebut, isu perlindungan pekerja tetap menjadi prioritas utama negara.

Dalam pertemuan tersebut, Pigai menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap hak-hak pekerja Indonesia di luar negeri. Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi pekerja migran, mulai dari kerentanan terhadap eksploitasi, pelanggaran kontrak kerja, hingga lemahnya akses terhadap mekanisme pengaduan dan perlindungan hukum.

“Isu pekerja migran adalah isu kemanusiaan yang harus ditangani secara serius dan kolaboratif. Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk melindungi warganya, di mana pun mereka berada,” ujar Pigai.

Pigai menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah warga negara Indonesia yang bekerja di Kamboja, terutama di sektor jasa, teknologi, dan industri digital, menuntut adanya sistem perlindungan HAM yang lebih adaptif dan responsif. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antarlembaga serta kerja sama lintas negara agar potensi pelanggaran HAM dapat dicegah sejak dini.

Kerja Sama Strategis di Bidang HAM

Selain isu perlindungan pekerja, Mustang303 link terbaru Pigai dan Menteri HAM Kamboja juga membahas peluang kerja sama strategis di bidang HAM secara lebih luas. Kedua pihak menjajaki kemungkinan pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas aparatur negara, hingga kolaborasi dalam pendidikan dan pelatihan HAM.

“Kami ingin membangun kerja sama yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi konkret dan berkelanjutan. Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antarnegara sangat penting untuk memperkuat sistem penegakan HAM di kawasan Asia Tenggara,” kata Pigai.

Menteri HAM Kamboja menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintahnya untuk melindungi hak seluruh pekerja, termasuk pekerja asing yang berada di negaranya.

Rencana MoU dan Penguatan Diplomasi HAM

Pertemuan ini juga membahas kemungkinan penyusunan nota kesepahaman (MoU) di bidang HAM dan perlindungan pekerja migran. MoU tersebut diharapkan menjadi payung hukum bagi kerja sama teknis, mekanisme pengaduan bersama, serta penanganan kasus lintas negara secara lebih cepat dan efektif.

Pigai menekankan bahwa diplomasi HAM harus menjadi bagian integral dari hubungan luar negeri Indonesia. Menurutnya, pendekatan dialog dan kerja sama adalah kunci untuk memastikan perlindungan HAM berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan dan hubungan bilateral yang harmonis.

“HAM bukan sekadar isu domestik, tetapi isu global. Melalui kerja sama dengan negara sahabat seperti Kamboja, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, dan bermartabat bagi para pekerja,” tegas Pigai.

Dengan pertemuan ini, Indonesia dan Kamboja diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam memajukan HAM di kawasan, sekaligus memberikan perlindungan nyata bagi para pekerja yang menjadi bagian penting dari roda perekonomian kedua negara.

Di tengah perkembangan dunia digital dan hiburan online seperti platform MUSTANG303, komitmen negara dalam menjaga nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama