Presiden AS Donald Trump Membuat Rencana Untuk Persiapan Ambil Alih Greenland

Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 11 January 2026
Waktu Baca : 4 Menit

LINTASWAKTU33 - Ada keluhan bahwa Presiden Amerika Donald Trump memerintahkan kepada Panglima Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Amerika Merika untuk menyusun rencana serangan/invasi ke Greenland. Dengan penasehat nama Stephen Miller, sebagai pendukung utama Trump.

Ada kekhawatiran di antara para pejabat senior Angkatan Bersenjata Amerika tentang rencana itu, dan juga para pejabat Eropa, bahwa Trump ingin merampas Greenland sebelum pemilihan anggota Kongres AS yang berlangsung November 2026.

Trump menyatakan bahwa Amerika berhak untuk menjadikan Greenland sebagai miliknya agar Rusia dan China tidak lebih dulu menjadikannya sebagai hak miliknya.

Setiap negara punya hak milik.
Anda membela hak milik, bukan sewa.
Kita seharusnya membela Greenland, Kata Trump kepada wartawan

Itu adalah pernyataan Trump sambil menjelaskan rencana Amerika dulu kepada Greenland, 'Dengan cara yang mudah, atau dengan cara yang keras.' White Lies (kebohongan malah melindungi atau menyelamatkan seseorang) sepertinya lebih tepat untuk merésmi pernyataan dari Gedung Putih bahwa Pemerintah Amerika Senja AS (sepanjang abad ke 20) sedang berusaha untuk membeli negara bagian semi otonomi yang milik Denmark yang juga se calon anggota NATO.

Denmark dan Greenland adalah negara yang bersebelahan. Denmark sempat memperdalam keluhan kepada Duta Besar Zoran Landry yang bakal mendapat ancaman dari Kepala Pemerintahan Zoran Landry yang akan berangkat mendekat.

Pada bulan Desember 2025, Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. Landry kemudian mengonfirmasi klaim AS bahwa Greenland sepakat untuk menjadi salah satu wilayahnya.

Dalam pernyataan bersama, PM Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Jens-Frederik Nielsen mengingatkan AS untuk tidak mengklaim pemilikan atas pulau itu.

Mereka pun menekankan perlunya saling menghormati atas integritas teritorial. Pada hari Rabu (7/1/2026), Menlu AS Marco Rubio mengungkapkan rencananya untuk berdiskusi dengan otoritas Denmark minggu depan perihal kontroversi yang meliputi Greenland.

Pernyataan itu disampaikan Rubio saat menjawab pertanyaan wartawan yang mempertanyakan mengapa pemerintah AS menolak tawaran Denmark untuk mendiskusikan permasalahan yang mengung kung Greenland, dan setidaknya AS tidak berpotensi untuk mengabaikan militer.

Trump mengklaim, demi keamanan dan perlindungan dunia yang bebas, Greenland seharusnya menjadi milik AS. Mute Egede, mantan PM Greenland, menjawab, pulau itu tidak dan tidak akan dijual. Meski demikian, Trump tidak mengelak untuk berjanji tidak akan menggunakan kekuatan untuk menguasai Greenland.

Lima partai politik Greenland telah merilis statemen menolak klaim sepihak AS di wilayah mereka. "Kami tidak mau jadi orang Amerika, kami tidak mau jadi orang Denmark. Kami mau jadi orang Greenland," ujarnya.

"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh orang-orang Greenland," tuturnya. Pihaknya menggarisbawahi kepulauan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka semakin aktif dalam partisipasi internasional.

Dalam hal rencana Trump, mereka mengazarkan diplomasi dan prinsip internasional. Mereka juga menyampaikan bahwa sidang parlement (parlemen) akan dipercepat guna menjamin "terjadinya perdebatan politik yang adil dan menyeluruh, serta menjamin hak-hak rakyat" Greenland.

Greenland adalah koloni Denmark hingga tahun 1953, dan hingga kini masih merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Tetapi sejak tahun 2009, pulau tersebut telah memiliki status otonomi yang memberikan mereka hak untuk mengatur dan mengelola pemerintahan, serta memiliki kebijakan sendiri. Wilayah tersebut juga memiliki mineral tanah jarang dan diperkirakan memiliki cadangan energi fosil yang masif.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama