Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 04 January 2026
Waktu Baca : 3 Menit
LINTASWAKTU33 - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang akan membantu pemulihan pelayanan publik setelah bencana Sumatra telah tiba di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Bima menyambut kedatangan gelombang pertama praja IPDN di Aceh Tamiang. Para praja ini akan membantu pemulihan fungsi pemerintahan dan penyediaan layanan publik di Kabupaten Aceh Tamiang setelah Bencana selama sebulan ke depan.
Menurut Bima, kedatangan gelombang pertama akan menjadi titik awal partisipasi aktif IPDN dalam mendukung percepatan normalisasi fungsi pemerintahan daerah pasca bencana. "Tugas kita di sini adalah mengembalikan fungsi pemerintahan," kata Bima dalam pidato sambutannya kepada praja, seperti dikutip dalam pernyataan resmi pada 4 Januari 2025.
Bima menjelaskan bahwa fokus utama penugasan Praja IPDN adalah pembersihan dan penataan kembali kantor pelayanan publik, serta mendukung seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik dapat dilanjutkan.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi di lapangan setelah bencana tidaklah mudah dan memerlukan kesiapan fisik, mental, dan disiplin diri dari semua Praja IPDN. "Situasinya sulit dan medan berat. Tetapi yakinlah bahwa kalian semua adalah pemimpin masa depan," katanya.
Bima menyatakan bahwa penugasan di Aceh Tamiang adalah bagian yang sangat penting dalam pembentukan karakter praja IPDN.
Pengalaman ini adalah proses pemolesan kepemimpinan, empati sosial, dan ketahanan aparat negara.
"Ini adalah kawah candradimuka, ini adalah tempat untuk memoles (dan) tempat untuk ujian bagi kalian semua," katanya.
Selain mendukung pemulihan pemerintah, Bima menekankan bahwa praja IPDN juga akan membantu pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bangkit kembali.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberangkatkan ratusan praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 3 Januari 2026.
Keberangkatan dibagi menjadi tiga kluster dengan total 1.132 orang pada hari yang berbeda. Kelompok yang berangkat terdiri dari 863 praja dan sisanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Dalam Negeri.
Mereka akan melaksanakan tugas selama satu bulan, dari 3 Januari hingga 3 Februari 2026. Tito mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, keadaan pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih.
Kantor bupati dan kantor perangkat daerah masih dipenuhi oleh lumpur, sehingga kegiatan pemerintahan tidak berjalan secara optimal.
Tito percaya bahwa pemulihan pemerintah daerah adalah indikator utama kebangkitan lokal pasca bencana. Ini karena pemerintah daerah yang pulih memperkuat koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik.
Indikator penting lainnya adalah pemulihan ekonomi, seperti yang terlihat dari dibukanya toko, pasar, dan sektor-sektor serupa. “Kantor pemerintah adalah inti dari indikator pemulihan. Kenapa? Karena ada komando, otoritas, dan pusat sumber daya,” kata Tito pada upacara penutupan.
Oleh karena itu, para mahasiswa IPDN akan memprioritaskan pembersihan dan reaktivasi kantor pemerintah agar pemerintah daerah dapat berfungsi. Setelah kantor pemerintah beroperasi, para mahasiswa akan diarahkan untuk mengangkut puing-puing dari fasilitas lain, seperti toko dan pelayanan pemerintah desa.
