Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 04 January 2026
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Sosok NasDem sekaligus Ketua DPR Viktor Laiskodat meyakini pemikiran yang menyatakan hutan adalah paru-paru dunia itu salah. Hutan bukan paru-paru dunia, justru hutan adalah produsen oksigen peringkat 3 besar.
"Kita menganggap hutan paru-paru dunia. Amazon adalah paru-paru dunia, darimana paru-paru dunia? Itu salah. Itu bukan hutan, hutan produsen 3 besar, yang satu laut, plankton, dan alga," ujar Laiskodat dalam video yang tersiar luas di media sosial, dikutip 3 Januari 2026.
Selain itu, saat es di kutub mencair dan perairan semakin luas, akan semakin banyak fitoplankton dan alga yang mensekresi oksigen. "Itu pasti nomor satu di dunia. Habis itu, baru hutan. Hutan itu nomor 3. Jadi, kalau orang bilang hutan itu nomor satu... lautan makin lama makin besar, makin banyak oksigennya," katanya.
Analis Budi Riyanto mengatakan bahwa masalah dengan hutan dan air tidak bisa hanya dilihat dari perspektif kuantitatif tunggal, dan perbandingan mana yang menghasilkan lebih banyak oksigen terlalu sederhana.
Sama seperti laut dan samudera memiliki berbagai ekosistem, hutan memiliki berbagai ekosistem yang sama pentingnya. “Tetapi mengenai hutan, itu adalah sebuah ekosistem.
Jika kita berbicara tentang ekosistem, kita tidak anti-tanaman, kita berbicara tentang komponen biotik. Ada hewan dan mikro-organisme, dan segalanya.
Jadi, pemahaman ini harus secara holistik,” kata Budi Riyanto, Analis Hukum dan Konservasi Kehutanan dari Universitas Indonesia (UI).
Kesaksian Viktor membuatnya tampak seolah-olah hutan tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap dunia, terutama dalam hal kapasitas produksi oksigen. Ini berbahaya dan menyesatkan masyarakat.
“Ini mengarah pada kepercayaan bahwa deforestasi bukanlah suatu masalah. Ini adalah implikasi politiknya, dan di situlah menjadi berbahaya,” kata Budi.
Dalam hal ekosistem, ada interaksi biota dan berbagai mikro-organisme. Oleh karena itu, dalam kasus deforestasi, bukan hanya masalah oksigen yang menjadi isu. Ini adalah penghancuran ekosistem hutan.
Masyarakat perlu disosialisasikan tentang fungsi ekosistem hutan. Kerusakan atau deforestasi hutan bukan masalah hilangnya produksi oksigen atau penyerapan CO2, tetapi hancurnya ekosistem.
Deforestasi menyangkut ekosistem, baik biotik maupun abiotik. Budi Menilai, pernyataan anggota DPR dari Komisi I tersebut juga kurang tepat, atau terlalu gegabah jika disampaikan kepada masyarakat.
Dengan pengawasan pemerintah yang lemah terhadap perlindungan hutan, pernyataan Viktor bisa menjadi pembenaran bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan deforestasi.
"Itu statement tadi sebetulnya kurang tepat kalau disosialisasikan kepada masyarakat dalam arti terlalu gegabah gitu loh.
Sebab fungsi hutan adalah sebuah unsur esensial dalam perlindungan sistem penyangga kehidupan dan salah satunya adalah penyumbang oksigen dan penyerap CO2".
