Karier Ole Gunnar Solskjaer Setelah Tinggalkan Manchester United: Dari Pengamat UEFA hingga Petualangan Singkat di Turki


Karier Ole Gunnar Solskjaer Setelah Tinggalkan Manchester United: Dari Pengamat UEFA hingga Petualangan Singkat di Turki

Dipublikasikan oleh

LINTASWAKTU33

Ole Gunnar Solskjaer adalah salah satu nama paling ikonik di dunia sepak bola modern, terkenal baik sebagai pemain legendaris maupun sebagai manajer klub papan atas. Setelah berpisah dengan Mustang303 online terbaru Manchester United pada November 2021, kariernya memasuki fase baru yang penuh liku dan jauh dari sorotan utama Old Trafford.

Solskjaer mengakhiri masa baktinya sebagai manajer Manchester United setelah hampir tiga tahun menjabat sejak Desember 2018. Ia sempat membawa MU finis di tiga besar Premier League selama dua musim beruntun dan menembus final Liga Europa 2021, meskipun akhirnya kalah adu penalti dari Villarreal. Meski tanpa trofi besar, perannya tetap penting dalam menstabilkan klub pasca era Sir Alex Ferguson.

Membumi Kembali: Pembinaan dan Sepak Bola Lokal

Setelah meninggalkan Old Trafford, Solskjaer tidak langsung kembali ke dunia kepelatihan elite. Ia sempat melatih tim U-14 Kristiansund secara sukarela — klub kampung halamannya — terutama untuk mendukung perkembangan sang putra di level usia muda.

Aktivitas ini menunjukkan sisi Solskjaer yang rendah hati dan mencintai sepak bola tanpa tekanan besar, jauh dari hiruk-pikuk media internasional.

Tidak lama kemudian, ia kembali aktif di dunia profesional sebagai pengamat teknis UEFA sejak 2023. Dalam peran ini, Solskjaer terlibat dalam analisis pertandingan, penyusunan laporan taktik, dan evaluasi teknis kompetisi Eropa, menjaga kedekatannya dengan perkembangan sepak bola modern.

Kembali ke Bangku Pelatih: Petualangan di Turki

Pada Januari 2025, Solskjaer menerima tawaran mengejutkan untuk menjadi pelatih kepala Besiktas. Ia menandatangani kontrak sekitar 1,5 tahun setelah menolak banyak tawaran sejak 2021 demi menunggu proyek yang tepat.

Di awal masa jabatannya, Besiktas menunjukkan performa cukup menjanjikan. Tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dalam 12 laga awal sempat membawa klub bersaing di papan atas. Ia bahkan mencatat kemenangan penting atas Galatasaray dan Fenerbahce.

Namun performa tidak stabil dan kegagalan lolos ke fase utama UEFA Conference League menjadi titik balik. Pada akhir Agustus 2025, Solskjaer resmi dipecat setelah hanya sekitar delapan bulan menjabat sebagai pelatih Besiktas.

Situasi Terkini di Awal 2026

Memasuki Januari 2026, nama Solskjaer kembali mencuat dalam rumor bursa pelatih. Ia disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi manajer interim Manchester United setelah pemecatan Ruben Amorim.

Meski belum ada konfirmasi resmi, reputasinya di Old Trafford tampaknya belum sepenuhnya pudar, dan ia tetap menjadi figur yang diperhitungkan di level elite sepak bola.

Warisan dan Refleksi Karier

Ole Gunnar Solskjaer tetap menjadi figur unik: legenda lapangan hijau, manajer transisi di MU, serta praktisi sepak bola yang fleksibel antara dunia kepelatihan dan analisis teknis.

Perjalanannya sejak meninggalkan Manchester United menunjukkan dedikasi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil risiko dalam tekanan besar — sebuah perjalanan karier yang kerap menjadi bahan refleksi dalam dinamika sepak bola modern seperti yang sering dibahas di Mustang303.

Entah langkah berikutnya kembali keakses Mustang303 tanpa VPN Premier League, proyek klub besar lain, atau peran teknis berbeda, satu hal pasti: nama Solskjaer masih relevan dalam perbincangan sepak bola global di awal 2026.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama