Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 29 Desember 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Pada 28 Desember 2025, PDIP kembali merekomendasikan kepada pemerintah untuk menerima bantuan luar negeri untuk penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam keadaan darurat, distribusi bantuan melampaui batas geografis.
“Jadi berbagai koridor kemanusiaan dari negara lain, seperti yang telah kami laporkan dari tim relawan kami, memang seharusnya dibuka,” kata Hasto di Sekolah DPP PDIP Jakarta pada hari Senin, 29 Desember 2025.
Ia menyatakan bahwa Indonesia telah responsif terhadap panggilan negara lain untuk membantu di saat darurat. Oleh karena itu, ia membenarkan bahwa seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat harus membuat pernyataan seperti itu.
“Jadi, bantuan itu bersifat universal dan tidak mengenal batas karena berasal dari hati.” DPP PDIP sebelumnya telah mendorong pemerintah pusat untuk mengulurkan tangan bantuan kepada bencana di Sumatera, termasuk dari luar negeri.
Partai Banteng berpendapat bahwa ini mungkin karena para korban bencana terpuruk oleh dampak banjir dan tanah longsor.
Ketua DPP PDIP, Tri Rismaharini, berpendapat bahwa pemerintah tidak seharusnya selektif dalam menentukan bantuan apa yang akan diberikan kepada para korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia mendesak agar semua bantuan diberikan.
"Kami tidak perlu memfilter siapa yang membantu kami dan siapa yang tidak. Anda hanya perlu mendorong bantuan, dan setidaknya membantu memulihkan semangat mereka," kata Risma saat ditemui di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta, pada hari Jumat, 19 Desember 2025.
Berdasarkan data per hari Senin, 29 Desember 2025, pukul 06.00, jumlah kematian adalah 1.140. Angka kematian meningkat dua dibandingkan dengan data dari hari sebelumnya. Jumlah kematian terbanyak terjadi di Provinsi Aceh dengan 513 orang.
Di Sumatera Utara, jumlah kematian akibat banjir dan longsor mencapai 365 orang. Di Sumatera Barat, terdapat 262 korban bencana Sumatera. Jumlah korban bencana Sumatera masih berpotensi meningkat.
Hal ini disebabkan oleh 163 orang yang dilaporkan hilang menurut data BNPB sebulan setelah bencana. Bencana Sumatera yang melanda 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi juga membuat ratusan ribu orang mengungsi.
BNPB mencatat 399.200 orang yang masih belum dapat kembali ke rumah. Dampak bencana Sumatera sangat besar. Sebanyak 166.743 rumah rusak, Rincian kerusakan adalah 53.514 rumah rusak berat, 41.899 rumah rusak sedang, dan 71.330 rumah rusak ringan.
