Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 19 Desember 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Ketua Umum Megawati Soekarnoputri PDIP meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk menyumbang IDR 2.000.000.000 bagi korban banjir dan bencana tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ini disampaikan saat Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melaksanakan perayaan Hari Ibu dan menggalang dana untuk para korban bencana. Acara ini diadakan di Gedung Nyi Ageng Serang, Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 12/18/2025.
Selama acara, Megawati, bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, naik ke panggung untuk membagikan bibit pohon khas Indonesia kepada para kepala daerah perempuan kader PDIP.
Setelah momen ritual, Rano, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, melontarkan guyonan mengundang Megawati untuk bernyanyi. Namun, Megawati tidak langsung merespons undangan tersebut, tetapi malah menantang para hadirin dan kader PDIP untuk meningkatkan nilai donasi.
"Siapa yang bilang saya ingin bernyanyi? Saya tantang siapa pun untuk membuat saya bernyanyi jika kita mencapai 100%.
Siapa yang berani? Jadi jika kita mencapai 100% itu 2 miliar, ayo, siapa yang mau bernyanyi?" kata Mega kepada penonton.
Rano bercanda menyela bahwa Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga berniat untuk menyumbang 1 miliar. Mendengar ini, Megawati kemudian meminta Gubernur Pramono Anung untuk meningkatkan sumbangannya menjadi 2 miliar.
"Tadi Bapak Gubernur (Pramono) menelepon, Bu. Gubernur menyumbang 1 miliar," kata Rano. "Oh benar? Dan juga sumbangannya 1 miliar? Ketua Umum Perintahkan Gubernur DKI untuk menyumbang 2 miliar, ayo bernyanyi! Jangan malas dengan cara feminim. Apalagi kalau saya menari, itu akan meningkatkan sumbangan.
Saya pandai menari, kamu tahu," kata Megawati.
Di akhir acara, panitia mengumumkan bahwa Gubernur Jakarta Pramono Anung akhirnya menyumbang 2 miliar untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera, sehingga total sumbangan yang terkumpul dalam acara tersebut mencapai 3,2 miliar.
