Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 17 Desember 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah Papua untuk tidak menghabiskan dana otonomi khusus (otsus) untuk perjalanan ke luar negeri pejabat daerah. Dana otonomi khusus, kata Prabowo dalam pengarahan bagi kepala semua daerah di Papua, harus digunakan untuk kepentingan warga yang diimplementasikan di daerah-daerah yang menjadi prioritas pengembangan.
"Saya sangat meminta para gubernur, bupati, tanggung jawab, dan bupati serta gubernur tidak boleh terlalu sering bepergian ke luar negeri menggunakan dana otsus," kata Presiden Prabowo dalam pengarahan di Istana Negara, Jakarta, seperti yang dikutip Antara pada Rabu, 17 Desember 2025.
"Apakah ini mungkin? Kenapa? Jawabannya tidak mencukupi?" Presiden bertanya kepada kepala semua daerah Papua yang hadir. "Ya!," jawab kepala daerah menjawab pertanyaan Presiden secara serentak.
Prabowo mengingatkan bahwa pengawasan saat ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dari dalam, tetapi juga oleh masyarakat secara langsung. "Warga Anda sangat cerdas. Mereka semua memiliki gadget. Saya minta Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian, red.) untuk mengawasi. Jangan biarkan bupati terlalu lama di Jakarta," kata Prabowo. Presiden Prabowo juga mengingatkan otoritas lokal untuk bertanggung jawab secara politik kepada rakyat yang mereka pimpin.
“Adapun Anda, Anda bertanggung jawab kepada masyarakat Anda. Komite akan membantu. Para menteri siap (untuk membantu). Kami akan menurunkan program-program pusat kepada Anda,” kata Presiden Prabowo.
Komite yang disebutkan oleh Presiden merujuk pada Komite Eksekutif untuk Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yang juga hadir dalam pengarahan di Istana Negara. Selanjutnya, program-program pusat yang juga diturunkan ke daerah termasuk Makanan Kaya Nutrisi (MBG) secara gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kemandirian Pangan dan Energi.
Oleh karena itu, Presiden meminta semua Kepala Daerah di Papua untuk terhubung dan berkoordinasi erat dengan Komite Eksekutif untuk Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam merumuskan program-program prioritas untuk daerah masing-masing.
“Silakan Anda, para kepala distrik, dan Anda, para gubernur, merancang apa saja masalah utama Anda, kesulitan utama Anda, dan prioritas utama Anda,” kata Presiden Prabowo kepada Kepala Daerah Papua.
“Tidak mungkin menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat, tetapi jika kita memiliki prioritas, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, dan kita akan mencocokkannya dengan sumber daya yang kita miliki,” tambah Presiden.
