Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 21 Desember 2025
Waktu Baca : 3 Menit
LINTASWAKTU33 - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri selalu mengeluh tentang para provokator.
Megawati mengingat bagaimana orang-orang mengejeknya karena pergi ke lokasi tsunami Aceh pada tahun 2004.
Megawati juga mempertanyakan kemanusiaan para provokator. "Dampak kemanusiaan kalian kemana? Kalian hanya mengkritik orang demi uang," jelasnya saat pembukaan 'Seminar tentang Mitigasi Bencana dan Bantuan Korban' di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta, 19 Desember 2025.
Megawati berbagi pengalamannya berada di rombongan tim pencari korban, pada hari keempat setelah tsunami. Saat berada di perahu karet, ia berada dalam tim yang terkejut melihat seorang korban yang tersandar di pohon cedar.
Timnya tergoda untuk berpikir bahwa korban itu pasti sudah meninggal. "Pasti jika dia sudah menjadi mayat, dia pasti sudah mulai membusuk. Seharusnya sudah 4 hari," kata putri Soekarno.
Mereka terkejut mengetahui bahwa korban tersebut adalah seorang penyintas yang telah berada di pohon cedar selama 4 hari selama masa penangguhan. Megawati mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang terlibat dalam pengalaman tersebut dan menghargai insiden itu.
Dia menceritakan langsung pengalaman nyata sebagai saksi. Megawati juga tidak tahu alasannya jika ada orang menganggapnya mengada-ada.
“Nggak ngomong bohong. Saya yang ada di situ. Nanti ada aja mungkin buzzer bilang, ‘ah ibu Mega itu sok-sok aja mau cari nama. Enggak,” ujarnya.
“Kalau ada buzzer yang ngomong gitu, kamu cari buzzer-nya siapa?” kata dia menambahkan. Megawati berkesempatan mengingat kembali pengalaman yang didapatnya saat membentuk organisasi sayap PDIP tanggap darurat bencana yang disebut Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Para kader dan relawan PDIP yang menghadiri seminar tersebut diharapkan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai bencana mitigasi dan penanggulangan bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera Barat yang terjadi pada akhir bulan November 2025, tanah longsor, dan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) di Sumatera pada hari Jumat 19 Desember 2025 pukul 09.30 WIB mengumumkan jumlah para korban meninggal akibat bencana berjumlah 1.068 jiwa, Dan Data tersebut diambil dari Ndau GGeoportal BNPB.
Ini bukan pertama kalinya ibu dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani itu berbicara tentang pendengung. Megawati pernah meminta Kementerian Kominfo untuk menanggulangi para buzzer yang kerap menebarkan hoaks.
