Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 09 November 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menyampaikan pendapat bahwa pemerintah harus mempersiapkan diri pada segala bentuk pro dan kontra polemik penyematan pahlawan nasional untuk Soeharto, presiden RI ke 2. “Ya, itu konsekwensinya.
Dan saya pikir memang, kalau sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk konsekwensi pro dan kontra, polemik yang terjadi, ya bagi Nasdem melihat dari sisi positifnya ya,” ujarnya. Penjelasan ini disampaikan Surya Paloh kepada para wartawan di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (9/11/2025) setelah menandai ke-14 HUT Partai Nasdem.
Surya Paloh menghargai setiap penolakan pahlawan Soeharto, tetapi melanjutkan penjelasan bahwa penolakan pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto harus juga disertakan dengan sisi objektif dari Soeharto yang memimpin dan berkuasa selama 32 tahun. “Sebagaimana presiden Soeharto, harus diakui, telah dan ikut berperan dalam memberi posisi dan peran, arti yang cukup berarti bagi sebagai presiden dalam maju dan membangun nasional disepanjang, apa yang kita nikmati hari ini,” ujarnya.
Surya Paloh memahami dari mana oposisi berasal. Dia menegaskan bahwa bahkan selama masa jabatan Soeharto, ada banyak kekurangan dan kesalahan.
"Tapi sekali lagi, ya, jika kita ingin membawa gerakan perubahan, kita berusaha memasukkan faktor objektivitas yang mungkin seharusnya kita semua hargai, sebagai panduan di tengah semua yang kita harapkan menjadi makna kemajuan bagi kita sebagai sebuah bangsa," jelasnya.
Dia juga menyatakan bahwa partainya, melalui kader partai, telah menyatakan dukungan untuk menghormati Soeharto secara resmi. "Nasdem telah menyatakan, kami sepakat untuk itu (Soeharto adalah pahlawan nasional)," katanya.
