Para Dewa yang Humanis dan Penuh Keceriaan
LINTASWAKTU33 - Dalam galeri dewa-dewi Tionghoa, terdapat sekelompok figur yang unik dan sangat dicintai: Kedelapan Dewa Abadi atau Ba Xian (八仙). Berbeda dengan dewa-dewa agung lain yang sering digambarkan serius dan jauh, kedelapan dewa ini penuh warna, ceria, dan dekat dengan kehidupan manusia. Mereka bukanlah dewa yang sempurna; masing-masing memiliki latar belakang dan kelemahan manusiawi sebelum mencapai keabadian. Artikel ini akan mengajak Anda mengenal tokoh-tokoh luar biasa ini dan menjelajahi makna filosofis di balik petualangan mereka yang paling terkenal: "Kedelapan Dewa Mengarungi Lautan" (八仙过海, Bāxiān Guòhǎi).
Siapa Saja Kedelapan Dewa Abadi Itu?
Berita viral Kelompok Ba Xian terdiri dari delapan individu dari berbagai latar belakang sosial—mulai dari bangsawan, tentara, sarjana, hingga pengemis dan orang cacat. Keragaman ini sendiri sudah merupakan pesan bahwa siapa pun, dari latar belakang mana pun, memiliki potensi untuk mencapai pencerahan. Berikut adalah profil singkat mereka beserta simbolnya:
- Li Tieguai (李铁拐): Si Tangan Besi. Sering digambarkan sebagai pengemis tua yang lumpuh, bertongkat besi dan membawa labu ajaib berisi obat. Dia adalah simbol para orang sakit dan miskin.
- Zhongli Quan (钟离权): Jenderal yang Meninggalkan Dunia. Berperut buncit, memegang kipas ajaib yang dapat menghidupkan orang mati. Dia melambangkan kekuatan militer dan kehidupan yang bebas.
- Lü Dongbin (吕洞宾): Sarjana dan Tabib. Pemimpin tidak resmi kelompok, membawa pedang ajaib untuk mengusir roh jahat. Dia adalah simbol kebijaksanaan, kesopanan, dan kesalehan.
- Cao Guojiu (曹国舅): Paman Kaisar. Berpakaian resmi lengkap dan membawa papan nada (alat musik). Dia mewakili integritas dan bangsawan yang meninggalkan kemewahan untuk hidup spiritual.
- Han Xiangzi (韩湘子): Pemusik Ajaib. Keponakan Lü Dongbin yang selalu membuling seruling. Melambangkan seni, keanggunan, dan kepandaian berbicara.
- Lan Caihe (蓝采和): Penyair Androgini. Sering digambarkan sebagai pemuda atau gadis, membawa keranjang bunga. Melambangkan masa muda, keceriaan, dan keindahan yang fana.
- Zhang Guolao (张果老): Pertapa Tua. Mengendarai keledai putih ajaib yang bisa dilipat dan dibawa dalam wadah. Dia adalah simbol umur panjang dan kebahagiaan perkawinan.
- He Xiangu (何仙姑): Perawan Suci. Satu-satunya dewi dalam kelompok, membawa bunga teratai atau buah persik keabadian. Dia melambangkan kemurnian, kesehatan, dan kesuburan rumah tangga.
Petualangan Terkenal: Mengarungi Lautan dan Menunjukkan Kekuatan Masing-Masing
Kisah paling ikonik dari Ba Xian adalah legenda "Kedelapan Dewa Mengarungi Lautan" (八仙过海, Bāxiān Guòhǎi). Ceritanya bermula ketika mereka diundang ke sebuah pesta di Istana Para Dewa di Pulau Penglai, pulau mistis tempat tinggal para dewa abadi.
Setelah pesta usai, kedelapan dewa ini tiba di tepi Laut Timur. Alih-alih menaiki awan atau memanggil naga seperti dewa pada umumnya, Lü Dongbin mengusulkan sesuatu yang lebih menantang: Setiap dewa akan menyeberangi lautan yang luas dengan menggunakan benda pusaka mereka sendiri, tanpa bantuan dari makhluk gaib lain.
Inilah momen di mana mereka "memamerkan keahliannya" (各显神通, gè xiǎn shéntōng):
- Li Tieguai melemparkan tongkat besinya ke air, yang membesar menjadi perahu.
- Han Xiangzi meletakkan serulingnya di atas air dan berdiri di atasnya.
- Zhang Guolao mengendarai keledai kertasnya yang hidup.
- He Xiangu meletakkan daun teratainya di air dan berdiri di atasnya.
- Lü Dongbin menggunakan pedangnya sebagai dayung.
- Zhongli Quan menggunakan kipasnya sebagai rakit.
- Cao Guojiu menggunakan papan nadanya sebagai pelampung.
- Lan Caihe meletakkan keranjang bunganya di air.
Perjalanan mereka yang meriah ini menarik perhatian Raja Naga Laut Timur (Dragon King Ao Guang). Putra sang Raja Naga, terpikat oleh keranjang bunga ajaib Lan Caihe, mencurinya dan menculik Lan Caihe. Tindakan ini memicu pertempuran sengit antara Ba Xian dan pasukan Raja Naga.
Dengan kekuatan gabungan mereka, Ba Xian berhasil mengalahkan pasukan naga dan bahkan mengeringkan lautan untuk mengancam kerajaan bawah air. Pertempuran ini akhirnya berhasil didamaikan oleh Jade Emperor (Kaisar Giok) atau Guan Yin (Dewi Welas Asih), dan keranjang bunga dikembalikan. Kisah ini berakhir dengan kemenangan Ba Xian, menegaskan kekuatan dan solidaritas mereka.
Makna Filosofis dan Pengaruh Budaya
Legenda Ba Xian, khususnya "Mengarungi Lautan", bukan sekadar cerita petualangan. Ia mengandung makna yang dalam:
- Kerja Sama dan Individualitas: Kisah ini mengajarkan tentang kekuatan kolaborasi di mana setiap individu menyumbangkan keahlian uniknya ("masing-masing menunjukkan kemampuannya"). Ini adalah metafora untuk masyarakat yang harmonis, di mana setiap orang, dengan bakatnya yang berbeda-beda, dapat bersatu untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
- Kelebihan dari Kekurangan: Setiap Dewa Abadi memiliki kekurangan atau masa lalu yang kelam. Namun, kekurangan itu justru menjadi sumber kekuatan mereka. Ini memberikan pesan yang membesarkan hati bahwa kesempurnaan bukanlah syarat untuk mencapai pencerahan.
- Kemenangan Akal Budi dan Semangat Manusia: Lautan melambangkan tantangan hidup. Dengan menggunakan benda-benda duniawi (bukan dengan kekuatan dewa yang murni), Ba Xian melambangkan kemampuan manusia untuk mengatasi rintangan dengan kecerdikan, kreativitas, dan ketekunan.
- Simbol dalam Seni dan Kehidupan: Ba Xian adalah motif yang sangat populer dalam seni Tionghoa. Mereka sering diukir pada gading, giok, atau dilukis pada vas dan lukisan. Kehadiran mereka dipercaya membawa keberuntungan dan umur panjang. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, mereka juga diasosiasikan dengan delapan fase dalam pengobatan dan delapan trigram dalam Ba Gua.
Warisan Abadi yang Menghibur dan Mengajarkan
Kedelapan Dewa Abadi tetap menjadi salah satu legenda paling abadi dalam budaya Tionghoa karena sifat mereka yang mudah didekati dan humanis. Mereka bukanlah dewa yang dingin dan sempurna, melainkan sekelompok pribadi yang ceria, terkadang ceroboh, tetapi selalu bersatu. Legenda "Mengarungi Lautan" telah menjadi idiom dalam bahasa Mandarin itu sendiri, digunakan untuk menggambarkan situasi di mana setiap orang berkontribusi dengan keahlian unik mereka. Hingga hari ini, Ba Xian terus menginspirasi melalui seni, sastra, dan kepercayaan populer, mengingatkan kita bahwa jalan menuju keabadian justru ditempuh dengan merayakan keberagaman dan kemanusiaan kita yang penuh warna.
#jaguar33 #j33 #jaguar33alternatif #jaguar33linkalternatif #jaguar33login #jaguar33daftar #beritaviral #viral #freebet #freechip #gacor #slotgacor #slotonline #beritaterkini #beritaterupdate #trending #beritatrending #ViralHariIni #TrendingNow #terpopuler #november2025 #china #sejarah #warisanbudaya #Mitos #Legenda


