Totalitas Dimas Aditya Belajar Bahasa Isyarat dalam 3 Hari demi Film Juminten Edan

Terbit : 18 JULY 2026
Waktu Baca : 3 MENIT
Penulis : @Lukas


LintasWaktu33 Jakarta - Aktor Dimas Aditya menunjukkan keseriusan dalam memerankan tokoh Manto di film Juminten Edan. Salah satu tantangan terberat yang harus ia hadapi adalah mempelajari bahasa isyarat hanya dalam hitungan hari sebelum proses syuting dimulai.

Dimas mengaku awalnya karakter yang ia perankan tidak dirancang sebagai penyandang tunarungu. Namun, menjelang produksi berjalan, terjadi perubahan konsep dari pihak sutradara yang membuatnya harus beradaptasi dengan cepat.

"Wah, gila sih kalau belajarnya tiga hari saya. Pak Dedi tuh. Karena dari awalnya sebenarnya enggak, karakternya ternyata perkembangan," ujar Dimas Aditya saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Perubahan tersebut datang dari sutradara Dedi Mercy yang memutuskan menambahkan unsur tunarungu pada karakter Manto. Keputusan itu membuat Dimas harus mempelajari cara berkomunikasi secara nonverbal dalam waktu yang sangat singkat.

"Tiba-tiba pas mau last minute dia berubah nih, 'Kayaknya kita bikin dia sedikit tunarungu deh Mas Dimas karakternya.' Jadi Mas Dimas harus belajar bahasa isyarat. Cuma, 'Oke, oke Pak.' Akhirnya belajar dengan cepat ya, mau enggak mau, instan," kenangnya.

Meski persiapannya tergolong mendadak, Dimas berusaha menjalani proses tersebut sebaik mungkin demi menghadirkan karakter yang meyakinkan di layar lebar. Ia menilai perubahan konsep itu menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru dalam perjalanan karier aktingnya.

Film Juminten Edan sendiri menjadi salah satu proyek yang menuntut para pemain untuk mengeksplorasi sisi emosional dan kemampuan akting yang lebih mendalam. Bagi Dimas, mempelajari bahasa isyarat dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa seorang aktor harus siap menghadapi perubahan apa pun selama proses produksi berlangsung.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama