Acha Septriasa Ungkap Makna Mendalam Film Horor Munafik: Melawan Iblis

Terbit : 20 JULY 2026
Waktu Baca : 3 MENIT
Penulis : @Lukas


LintasWaktu33 Jakarta – Acha Septriasa kembali hadir di layar lebar melalui film horor religi Munafik: Melawan Iblis. Dalam film yang akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026 itu, ia dipasangkan dengan Arya Saloka sebagai pemeran utama.

Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, film ini mengikuti perjalanan Adam, seorang pengajar agama sekaligus praktisi rukiah yang diperankan Arya Saloka. Hidup Adam berubah drastis setelah mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa sang istri. Peristiwa tersebut membuatnya tenggelam dalam kesedihan hingga memutuskan meninggalkan aktivitas rukiah yang selama ini dijalaninya.

Keadaan berubah ketika Anwar meminta bantuannya untuk menangani Fitri, seorang perawat yang diperankan Acha Septriasa. Fitri merupakan putri Mansur dan tengah menghadapi gangguan gaib yang semakin sulit dijelaskan. Meski sempat menolak, Adam akhirnya bersedia kembali melakukan rukiah setelah teringat pesan terakhir mendiang istrinya.

Dalam proses menolong Fitri, Adam perlahan menemukan berbagai rahasia yang tersembunyi di balik teror supranatural tersebut. Penyelidikan itu membawanya pada kenyataan yang jauh lebih rumit sekaligus menguji keyakinannya.

Acha Septriasa menjelaskan bahwa Munafik: Melawan Iblis merupakan adaptasi dari film Malaysia berjudul Munafik yang disutradarai Syamsul Yusof. Film original tersebut meraih kesuksesan besar saat dirilis pada 2016 dan kini dihadirkan kembali dalam versi Indonesia dengan sentuhan cerita yang disesuaikan.

Saat ditemui di Tangerang, Banten, pada 17 Juli 2026, Acha menuturkan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan unsur horor, tetapi juga mengangkat pergulatan batin manusia ketika menghadapi ujian hidup.

Menurutnya, kisah yang disajikan berfokus pada pilihan seseorang saat berada di titik terendah. Di tengah rasa kehilangan, keputusasaan, dan berbagai cobaan, setiap orang akan dihadapkan pada pertanyaan besar: tetap mempertahankan keimanan atau menyerah pada keadaan.

Karakter Fitri menjadi salah satu gambaran dari konflik tersebut. Sosoknya digambarkan mengalami tekanan yang semakin berat hingga rasa putus asa membuka jalan bagi berbagai teror yang mengubah hidupnya. Melalui cerita ini, penonton diajak melihat bagaimana kekuatan iman dan harapan menjadi senjata utama dalam menghadapi kegelapan.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama