LINTASWAKTU33, Sejumlah pemain Barcelona mengkritik pendekatan taktik pelatih Hansi Flick setelah kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025-2026 di Metropolitano Stadium.
Garis Pertahanan Tinggi Jadi Sorotan
Atletico Madrid tampil efektif memanfaatkan garis pertahanan tinggi yang diterapkan Barcelona. Tim asuhan Diego Simeone mampu menghukum setiap celah di lini belakang.
Situasi makin sulit setelah gol Pau Cubarsi dianulir VAR dan Eric Garcia menerima kartu merah di akhir pertandingan.
Pemain Minta Pendekatan Lebih Pragmatis
Dalam evaluasi internal, Flick mempertanyakan mentalitas pemain. Namun beberapa pemain justru menilai strategi tersebut tidak cocok untuk kondisi pertandingan.
Absennya Raphinha dan Pedri akibat cedera disebut sangat mempengaruhi keseimbangan tim, sehingga garis pertahanan tinggi sulit dijalankan dengan baik.
Mereka tidak meminta perubahan filosofi total, tetapi ingin pendekatan lebih realistis saat menghadapi laga besar.
Flick Akui Tim Mendapat Pelajaran
Hansi Flick mengakui performa tim buruk terutama di babak pertama karena jarak antarpemain terlalu jauh dan pressing tidak berjalan sesuai rencana.
Meski kalah telak, ia tetap percaya tim bisa bangkit dan membalikkan keadaan pada leg kedua dengan dukungan suporter.
Tekanan Jelang Leg Kedua
Musim ini Barcelona sebenarnya tampil impresif: memimpin klasemen LaLiga, lolos fase gugur Liga Champions, dan menjuarai Piala Super Spanyol. Namun kekalahan 0-4 dari Atletico menjadi tekanan besar sebelum pertemuan berikutnya.