Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Salahkan Thailand


Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Salahkan Thailand

Dipublikasikan oleh

LINTASWAKTU33

Phnom Penh — Kuil Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO yang menjadi simbol penting warisan budaya Khmer, dilaporkan mengalami kerusakan luas akibat eskalasi konflik militer berkepanjangan antara Kamboja dan Thailand. Pemerintah Kamboja secara tegas menuduh militer Thailand sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran tersebut, sementara Bangkok membantah klaim itu.

Kerusakan Parah di Situs Warisan Dunia

Berdasarkan laporan resmi otoritas Mustang303 daftar resmi Kamboja, kompleks Kuil Preah Vihear mengalami kerusakan signifikan akibat serangan artileri berat dan serangan udara yang terjadi selama dua fase pertempuran besar pada musim panas dan akhir 2025.

Inventarisasi kerusakan yang diajukan kepada UNESCO mencatat ratusan bagian struktur kuil rusak, termasuk gopura dari tingkat I hingga V, tangga kuno, serta causeway yang menghubungkan bagian utama kompleks. Selain itu, fasilitas konservasi dan infrastruktur proyek restorasi yang melibatkan mitra internasional turut hancur total.

Beberapa bagian bangunan dinilai tidak dapat direstorasi sepenuhnya dan kemungkinan hanya akan disimpan sebagai fragmen museum untuk menunjukkan dampak perang terhadap warisan budaya. Otoritas setempat juga menemukan munisi yang belum meledak di area kuil, menegaskan bahwa situs tersebut terdampak langsung bentrokan bersenjata.

Tuduhan Kamboja terhadap Militer Thailand

Pemerintah Kamboja menyebut penggunaan artileri berat, jet tempur, dan serangan udara oleh Angkatan Darat Thailand sebagai penyebab utama kehancuran Kuil Preah Vihear. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional terkait perlindungan warisan budaya dunia.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja mengecam apa yang mereka sebut sebagai tindakan destruktif, serta menyerukan komunitas internasional, termasuk UNESCO dan ASEAN, untuk memastikan adanya pertanggungjawaban hukum.

Respons UNESCO dan Penilaian Internasional

UNESCO telah menerima laporan kerusakan dan menyatakan akan mengirim tim penilai independen untuk meninjau dampak langsung terhadap situs tersebut. Badan budaya PBB itu juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan di sekitar Preah Vihear dan situs budaya lain yang terdampak konflik.

Di sisi lain, UNESCO membantah klaim di media sosial yang menyebut lembaga tersebut menolak mendanai perbaikan kuil. Proses penilaian disebut masih berlangsung dan belum ada keputusan final terkait pendanaan restorasi.

Sengketa Perbatasan dan Dampak Jangka Panjang

Kerusakan Kuil Preah Vihear tidak terlepas dari konflik perbatasan panjang antara Thailand dan Kamboja yang berakar sejak penetapan batas wilayah era kolonial Prancis. Meski Mahkamah Internasional telah menetapkan kedaulatan situs kepada Kamboja, wilayah sekitarnya tetap menjadi titik sensitif.

Para pakar menilai kerusakan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap upaya pelestarian warisan dunia. Selain membutuhkan biaya restorasi besar, hilangnya elemen asli bangunan berpotensi mengurangi nilai sejarah dan arsitektur kuil yang berusia hampir seribu tahun tersebut.

Informasi dan ulasan internasional terkait isu geopolitik dan stabilitas kawasan Asia Tenggara juga banyak dibahas melalui berbagai sumber daring, salah satunya dapat diakses melalui Mustang303 yang menghadirkan beragam referensi dan pembaruan global.

Hingga kini, masa depan Kuil Preah Vihear masih bergantung pada hasil penilaian UNESCO, komitmen dialog internasional, serta kesediaan kedua negara untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warisan budaya bersama.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama