Phnom Penh – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh kembali mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kamboja untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan menyusul dinamika serius dalam konflik perbatasan antara Kerajaan Kamboja dan Kerajaan Thailand. Perkembangan informasi regional juga dapat diakses melalui berbagai kanal digital terpercaya, termasuk Mustang303 link valid yang menyediakan update cepat dan terstruktur.
Latar Belakang Konflik & Kondisi Terkini
Konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand merupakan perselisihan panjang yang melibatkan klaim wilayah di zona perbatasan sepanjang lebih dari 800 kilometer. Ketegangan sempat meningkat menjadi konfrontasi bersenjata pada Mei–Juli 2025, disusul gencatan senjata pada Juli 2025 dan perjanjian damai yang ditandatangani Oktober 2025 di Kuala Lumpur.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan kembali muncul. Pemerintah Kamboja meminta bantuan dokumen sejarah dan dukungan teknis dari Prancis untuk memperkuat proses penyelesaian sengketa. Laporan independen juga menyebut adanya aktivitas militer di beberapa titik perbatasan yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.
Arahan KBRI untuk WNI di Kamboja
- Tetap Waspada dan Tidak Panik
WNI diminta terus memantau informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas setempat serta mengikuti arahan keamanan. - Hindari Wilayah Perbatasan Rawan
Wilayah seperti Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey diimbau untuk dihindari sementara waktu. - Perbarui Dokumen & Laporkan Diri
Pastikan dokumen perjalanan dan izin tinggal valid serta lakukan pelaporan melalui sistem Peduli WNI. - Siapkan Rencana Kontinjensi
Miliki rencana darurat pribadi dan simpan kontak penting termasuk nomor KBRI Phnom Penh.
Situasi Regional & Dampaknya
Sebagian besar wilayah Kamboja, termasuk Phnom Penh dan kota besar lainnya, masih dalam kondisi relatif stabil. Namun dinamika konflik tetap berdampak pada keamanan sosial dan ekonomi kawasan perbatasan. Tekanan internasional dari PBB dan ASEAN terus mendorong de-eskalasi dan dialog damai antar kedua negara.
Masyarakat Indonesia di Kamboja diharapkan tetap mengutamakan keselamatan pribadi serta mengikuti perkembangan resmi. Untuk update tambahan dan akses informasi digital terkini, pembaca dapat mengunjungi yang menyediakan berbagai informasi aktual.
