Phnom Penh, Kamboja — Minggu 24 Januari 2026 menjadi momen penting dalam hubungan militer antara Amerika Serikat dan Kamboja, ketika kapal perang AS berkunjung ke Pangkalan Angkatan Laut Ream. Fasilitas ini baru saja direnovasi dengan mayoritas dana dan dukungan dari China, sehingga menarik perhatian pengamat geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan ini berlangsung di tengah persaingan strategis Washington dan Beijing atas pengaruh di Asia Tenggara. Dalam situasi kawasan yang terus berubah, dinamika geopolitik regional juga memengaruhi berbagai sektor lain, termasuk aktivitas digital dan platform online yang berkembang pesat seperti Jaguar33 online terbaru.
Kunjungan USS Cincinnati ke Pangkalan Ream
Pada 24 Januari 2026, USS Cincinnati—kapal tempur pesisir kelas littoral combat ship varian Independence—tiba di Pangkalan Angkatan Laut Ream untuk kunjungan port call sementara. Ini merupakan kunjungan kapal perang AS pertama ke fasilitas tersebut sejak renovasi yang didanai China rampung pada April 2025.
Kegiatan kunjungan meliputi pertukaran budaya dan profesional antara personel angkatan laut AS dan Kamboja, termasuk tur kapal serta pertemuan dengan pejabat militer setempat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral.
Sejarah dan Kontroversi Ream Naval Base
Pangkalan Ream, yang terletak di pesisir dekat Teluk Thailand dan berdekatan dengan wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, telah mengalami renovasi besar sejak 2022 dengan dukungan finansial dan teknis dari China. Proyek tersebut mencakup pembangunan dermaga air dalam, fasilitas pemeliharaan, serta pusat logistik dan pelatihan gabungan Tiongkok-Kamboja.
Meski Beijing menegaskan fasilitas ini ditujukan untuk pelatihan, respons bencana, dan kerja sama kemanusiaan, keterlibatan China tetap memicu kekhawatiran mengenai potensi penggunaan strategis jangka panjang.
Dimensi Diplomasi dan Implikasi Geopolitik
Bagi Washington, kunjungan USS Cincinnati merupakan simbol bahwa AS masih memiliki ruang kerja sama militer dengan negara-negara Asia Tenggara. Langkah ini juga mencerminkan upaya menjaga keseimbangan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik.
Pemerintah Kamboja menegaskan bahwa Ream Naval Base terbuka bagi semua negara sahabat dan tidak diperuntukkan secara eksklusif bagi satu kekuatan tertentu. Sikap ini diharapkan mampu menjaga netralitas di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia.
Persaingan strategis AS-China di Asia Tenggara diperkirakan akan terus berlanjut, dengan Ream Naval Base menjadi salah satu titik perhatian utama. Di tengah dinamika tersebut, perkembangan kawasan juga mendorong masyarakat untuk semakin aktif mengikuti isu global sekaligus memanfaatkan platform digital seperti Jaguar33 sebagai bagian dari ekosistem online yang terus berkembang.
