BPKH Salurkan Rp14,58 Miliar Dana Abadi Umat untuk Bencana Sumatera

BPKH Salurkan Rp14,58 Miliar Dana Abadi Umat untuk Bencana Sumatera

Terbit: 4 Februari 2025 | Waktu Baca: 2 menit | Penulis: @johan

BPKH Salurkan Rp14,58 Miliar Dana Abadi Umat untuk Bencana di Sumatera

LINTASWAKTU33 — “Penyaluran dana terbagi ke dalam dua fase strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.”

Dua Fase Penyaluran Dana BPKH

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menyalurkan bantuan tanggap bencana dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dengan total mencapai Rp14,58 miliar yang bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU).

“Penyaluran dana terbagi ke dalam dua fase strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, di Jakarta.

Fase Tanggap Darurat

Pada fase tanggap darurat, BPKH telah mendistribusikan 10.040 paket bantuan berupa sembako, hygiene kit, dukungan dapur umum, serta perlengkapan keluarga bagi masyarakat terdampak dengan total nilai Rp3,83 miliar.

Fase Pemulihan Pascabencana

Fase pemulihan difokuskan pada sektor pendidikan dan infrastruktur ibadah. BPKH menyalurkan beasiswa sebesar Rp3,6 miliar kepada 1.200 mahasiswa di 55 perguruan tinggi guna mencegah risiko putus kuliah akibat bencana.

Selain itu, dilakukan perbaikan sarana sanitasi, air bersih, serta renovasi sekolah dan masjid. Total bantuan pascabencana mencapai Rp10,75 miliar.

Komitmen Transparansi Dana Abadi Umat

Fadlul menegaskan seluruh pendanaan program kemaslahatan tidak menggunakan pokok dana haji jamaah, melainkan murni berasal dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat.

"Program Kemaslahatan adalah amanat undang-undang. Kami mengelola Dana Abadi Umat secara transparan dan akuntabel serta memastikan manfaatnya kembali kepada umat secara nyata dan berkelanjutan," ujar Fadlul.

Program Keberlanjutan Tahun 2026

Pada tahun 2026, BPKH menyiapkan program lanjutan yang lebih komprehensif, mencakup penyediaan mesin pengolahan air bersih, genset, dukungan sanitasi, serta pemberdayaan ekonomi komunitas.

Melalui langkah ini, BPKH berharap Dana Abadi Umat terus menjadi instrumen stabilitas sosial yang memberi dampak positif luas bagi masyarakat Indonesia.

Informasi terkait: JAGUAR33 DAFTAR

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama