Terbit: 15 Januari 2025 | Waktu Baca: 2 menit | Penulis: @johan
Kekhawatiran Warga Greenland atas Pernyataan Trump Soal Aneksasi
LINTASWAKTU33-Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai rencana menganeksasi atau membeli Greenland telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat setempat.
Warga Greenland Alami Tekanan Psikologis
Menteri Energi Greenland menyebut sejumlah warga bahkan melaporkan mengalami gejala kesulitan tidur. Menteri Urusan Bisnis dan Sumber Daya Mineral Greenland, Naaja Nathanielsen, menegaskan bahwa Greenland tidak memiliki niat untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.
“Kami adalah sekutu AS, tetapi kami tidak melihat diri kami sebagai bagian dari Amerika,” ujar Nathanielsen dalam acara di parlemen Inggris di London.
Retorika Trump Dinilai Menyinggung
Banyak warga Greenland merasa dikhianati oleh retorika Trump terkait pulau tersebut. Isu ini menjadi pembicaraan utama di tingkat rumah tangga dan memicu keresahan luas.
Isu Keamanan Arktik dan NATO
Greenland menyatakan terbuka terhadap peningkatan pengawasan kawasan Arktik serta akses lebih besar bagi NATO. Namun, jika invasi AS benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi tatanan geopolitik baru.
“Ini berarti satu negara diserang oleh mitra NATO lainnya. Kita semua akan berada dalam posisi diserang,” kata Nathanielsen.
Penolakan Tegas Denmark dan Greenland
Denmark dan Greenland secara konsisten menolak usulan penjualan wilayah tersebut dan menegaskan kedaulatan mereka. Desakan Trump bahkan menuai kecaman luas dari berbagai negara Eropa.
Trump menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi AS, menyerupai kesepakatan properti besar.
Informasi Terkait
Untuk informasi dan pendaftaran resmi, kunjungi: JAGUAR33 PROGES
