LINTASWAKTU33, Pemain Aljazair Mohammed Amoura menuai kecaman luas usai melakukan selebrasi kontroversial yang dianggap menghina fans Republik Demokratik Kongo. Aksi tersebut terjadi selepas laga dramatis Piala Afrika 2025.
Timnas Aljazair memastikan langkah ke perempatfinal Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Kongo dengan skor tipis 1-0 dalam duel 120 menit di Moulay Hassan Stadium, Selasa (6/1/2026).
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Adil Boulbina pada menit ke-119. Namun, sorotan pascalaga justru tertuju pada selebrasi Mohammed Amoura.
Fakta Singkat Insiden Amoura
- Laga berlangsung hingga 120 menit
- Gol penentu tercipta di menit ke-119
- Selebrasi memicu kecaman lintas negara
- Amoura akhirnya menyampaikan permintaan maaf
Meniru Gaya Fans Kongo yang Viral
Mohammed Amoura terekam kamera berlari ke arah tribun pendukung Kongo dan menirukan gaya Michel Nkuka Mboladinga, fans Kongo yang viral karena berpose bak patung selama pertandingan.
Striker VfL Wolfsburg itu bahkan menjatuhkan diri dan bergaya santai tepat di hadapan Mboladinga. Aksi tersebut langsung dianggap sebagai bentuk ejekan yang tidak pantas.
Dianggap Melecehkan Patrice Lumumba
Selebrasi Amoura dinilai bukan sekadar menghina individu, tetapi juga melecehkan Patrice Lumumba, tokoh pahlawan Afrika yang ditiru Mboladinga dalam aksinya mematung.
Patrice Lumumba dikenal sebagai perdana menteri pertama Kongo sekaligus simbol perlawanan anti-kolonialisme di Afrika. Pemikirannya turut menginspirasi perjuangan kemerdekaan Aljazair.
Kecaman Datang dari Berbagai Pihak
Kecaman terhadap Amoura tak hanya datang dari publik Kongo, tetapi juga dari masyarakat Aljazair sendiri. Banyak yang menilai sang pemain tidak memahami sejarah Afrika, bahkan sejarah bangsanya sendiri.
Aljazair meraih kemerdekaan pada 1962, hanya setahun setelah Patrice Lumumba dibunuh oleh kelompok reaksioner yang didukung Belgia.
Amoura Akhirnya Minta Maaf
Menyusul kontroversi tersebut, Mohammed Amoura akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Ia mengaku tidak memahami makna simbol dan sejarah di balik aksi tersebut.
“Saat itu saya tak paham siapa sosok atau simbol yang direpresentasikan. Aku cuma mau menggoda mereka tanpa maksud memprovokasi,” tulis Amoura melalui Insta Story, Rabu (7/1).
Ia juga menegaskan penyesalannya apabila selebrasi tersebut disalahartikan dan melukai perasaan banyak pihak.