Presiden Prabowo Membahas Pemenuhan Kebutuhan Dokter Nasional Sampai Kumpulkan Rektor

Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 15 January 2026
Waktu Baca : 2 Menit

LINTASWAKTU33 - Presiden Prabowo Subianto juga membahas kekurangan dokter nasional, kualitas pendidikan tinggi, dan biaya pendidikan dalam dialog tertutup dengan Rektor dan Profesor di Istana Negara di Jakarta pada (15 Januari 2026).

Menteri Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa isu konkret menjadi fokus presiden dalam agenda yang juga dihadiri oleh 1.200 ahli di bidang ilmu sosial kemanusiaan.

“Diskusi ini juga dimulai dengan kementerian Diktisaintek, mengenai bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita. Berdasarkan data, kami masih kekurangan hampir lebih dari 100.000,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Selain kebutuhan dokter, kata Prasetyo, Prabowo juga menyoroti kualitas pendidikan tinggi. Fokus Prabowo adalah pada faktor sumber daya manusia dan fasilitas serta infrastruktur pendidikan tinggi.

“Kemudian, kualitas lembaga pendidikan kita, universitas kita, baik dosennya, fasilitas dan infrastrukturnya, juga merupakan sesuatu yang kami hitung dan pikirkan bagaimana kami dapat mengurangi beban operasional di setiap Universitas Negeri,” kata Prasetyo.

Prasetyo percaya bahwa upaya untuk mengurangi beban operasional PTN (Perguruan Tinggi Negeri) adalah langkah signifikan untuk perbaikan kualitas universitas. Ini juga untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak ditujukan untuk pendidikan mahal bagi masyarakat.

"Oleh karena itu, kami mencoba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas tinggi tanpa membebani keuangan masyarakat atau mahasiswa," katanya.

Prasetyo mengatakan dialog tersebut merupakan agenda resmi Prabowo sebagai kepala negara dan pemerintahan. Prabowo dikatakan ingin menyampaikan beberapa pandangan strategis dan menjalin komunikasi dengan akademisi.

"Jadi hari ini memang ada agenda dari Presiden. Tidak memanggil, ya, ini adalah bagian dari agenda Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan untuk berdiskusi, untuk menyampaikan pandangannya," katanya.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa dalam seminggu terakhir pemerintah telah aktif menyatakan bahwa pendidikan adalah salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia untuk mencapai Golden Indonesia 2045.

Kegiatan ini adalah bagian dari serangkaian kegiatan Presiden di bidang pendidikan. Ini juga termasuk membahas kondisi negara dan situasi geopolitik dengan para akademisi. "Dan juga rencana besar yang harus kita laksanakan di masa depan," kata Prasetyo.

Pada acara yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan bahwa pertemuan ini juga merupakan konfirmasi perhatian Presiden Prabowo terhadap bidang sosial dan kemanusiaan.

Dengan demikian, ini juga membantah asumsi bahwa pemerintah hanya memfokuskan pada bidang eksakta atau STEM.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama