LINTASWAKTU33, Manchester United menghadapi transisi staf pelatih usai Darren Fletcher menolak bergabung dengan tim Michael Carrick sebagai manajer interim.
Jakarta - Manchester United memasuki fase penting musim ini setelah perubahan di jajaran kepelatihan tim utama. Keputusan Darren Fletcher menolak tawaran bergabung dengan staf Michael Carrick menjadi bagian krusial dari arah baru klub.
Fletcher sempat memimpin tim utama dalam kapasitas caretaker setelah Ruben Amorim dipecat awal bulan ini. Perannya bersifat sementara sambil menunggu penunjukan manajer interim hingga akhir musim.
Manchester United kini bersiap menyambut Carrick yang akan menangani tim sampai kompetisi berakhir. Fokus utama klub tertuju pada perbaikan posisi liga setelah tersingkir dari Piala FA.
Fokus Pengembangan Jangka Panjang
Carrick akan mengambil alih tim dengan posisi ketujuh klasemen Liga Inggris. Jarak tiga poin dari empat besar membuat target finis tinggi masih realistis.
Laporan BBC menjelaskan Carrick membawa Steve Holland sebagai asisten manajer. Staf kepelatihan lain terdiri dari Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion.
The Athletic mengungkap Fletcher mendapat tawaran untuk masuk dalam struktur tersebut. Akan tetapi, ia memilih kembali ke perannya sebagai pelatih tim U-18.
Keputusan itu diambil demi kelanjutan pengembangan karier kepelatihannya. Fletcher sebelumnya memang mengemban peran tersebut sebelum ditugaskan sementara di tim utama.
Binnion yang melatih tim U-21 akan naik level ke tim senior. Woodgate juga akan bekerja untuk pertama kalinya di Manchester United setelah pengalaman bersama Carrick di Middlesbrough.
Tanggung Jawab dan Refleksi Fletcher
Kekalahan 1-2 dari Brighton di Piala FA menjadi laga terakhir Fletcher sebagai caretaker. Seusai pertandingan, ia menyampaikan evaluasi dengan nada emosional, tapi terukur.
“Sebuah tanggung jawab besar memimpin klub ini, dan saya sudah memberikan yang terbaik. Saya kecewa tidak bisa meraih kemenangan hari ini meski ada hal positif seperti banyak peluang yang tercipta.”
Ia menegaskan kepeduliannya terhadap klub lebih besar dari kepentingan pribadi. “Saya peduli pada klub dan para pemain, dan ini bukan tentang saya,” katanya.
Fletcher juga menilai musim ini belum sepenuhnya tertutup bagi Manchester United. Ia percaya skuad memiliki kemampuan bersaing di zona Liga Champions jika situasi membaik.
“Masih banyak yang bisa diperjuangkan musim ini. Para pemain harus bersatu, bertanggung jawab, dan cepat beradaptasi agar musim ini tidak terbuang sia-sia,” ucap Fletcher.
Keputusan Fletcher menolak bergabung dengan Carrick menunjukkan fokus jangka panjang klub pada pembinaan. Bagi Manchester United, stabilitas struktural menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan performa.