Sejarah dan kebangkitan Planetarium Jakarta usai 13 tahun tutup

 

Planetarium Jakarta Kembali Dibuka Setelah 13 Tahun Vakum

Planetarium Jakarta Kembali Dibuka Setelah 13 Tahun Vakum

Terbit: 26 Desember 2025 | Waktu Baca: 2 menit | Penulis: @johan

LINTASWAKTU33 — Setelah lebih dari satu dekade tidak beroperasi, Planetarium Jakarta yang pernah menjadi pusat pembelajaran sains dan astronomi kembali membuka pintunya untuk publik.

Kebangkitannya menandai kembalinya peran penting Planetarium sebagai sarana edukasi, penelitian, sekaligus wisata pengetahuan lintas generasi.

Kembalinya Planetarium Jakarta Setelah 13 Tahun Tidak Beroperasi

Setelah vakum sejak 2012, Teater Bintang Planetarium di kawasan Taman Ismail Marzuki resmi kembali dibuka. Peresmian dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 23 Desember 2025 dan mulai dibuka untuk publik pada 25 Desember 2025.

Menurut Pramono Anung, pembukaan kembali Planetarium Jakarta bukan sekadar menghidupkan bangunan lama, tetapi mengaktifkan kembali fungsi edukasi sains dan astronomi bagi masyarakat.

Gratis untuk Pelajar Selama Tiga Bulan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kebijakan pembebasan biaya masuk bagi pelajar selama tiga bulan ke depan, bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru.

Planetarium kini dilengkapi teknologi visualisasi astronomi digital, simulasi tata surya, serta AI Virtual Host berbasis kecerdasan buatan untuk pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Sejarah Planetarium Jakarta

Planetarium dan Observatorium Jakarta mulai dibangun pada 1964 atas gagasan Presiden Soekarno. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap benda langit dan fenomena alam semesta.

Gedung Planetarium rampung pada 1968 dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 10 November 1968, bersamaan dengan peresmian Taman Ismail Marzuki.

Pertunjukan Planetarium untuk publik dimulai pada 1 Maret 1969 menggunakan proyektor Carl Zeiss dari Jerman. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Planetarium Jakarta.

Vakum Operasional Sejak 2012

Sejak 2012, Planetarium Jakarta sempat berhenti beroperasi untuk menjalani proses pengembangan dan pembaruan agar relevan dengan perkembangan teknologi modern.

Renovasi dan Revitalisasi Kawasan TIM

Sejak 2019, Planetarium masuk dalam program revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki. Seluruh fasilitas diperbarui, termasuk ruang teater dan kursi penonton untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dengan wajah barunya, Planetarium Jakarta diharapkan kembali menjadi destinasi unggulan wisata edukatif di ibu kota.

Informasi Tambahan

Untuk Anda yang sedang mencari referensi hiburan dan peluang digital, kunjungi juga JAGUAR33 2026 sebagai salah satu sumber informasi menarik lainnya.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama