Terbit: 02 Desember 2025 | Waktu baca: 2 menit | Penulis: @johan
Indonesia Suntik Dana 1 Miliar Dolar AS ke New Development Bank (NDB)
LINTASWAKTU33 — Pemerintah Indonesia resmi menyepakati penyuntikan dana investasi awal sebesar 1 miliar dolar AS (Rp16,65 triliun) setelah bergabung menjadi anggota New Development Bank (NDB).
Apa Itu New Development Bank?
NDB merupakan lembaga keuangan multilateral yang dibentuk oleh kelompok BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Kesepakatan Dana Investasi Indonesia
“New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana 1 miliar (dolar AS) untuk investasi di New Development Bank. Jadi, kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan NDB,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.
Airlangga menegaskan bahwa investasi ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam memperkuat kerja sama negara-negara selatan (global south) melalui BRICS, meneruskan semangat Konferensi Asia-Afrika.
Dampak dan Tujuan Keanggotaan Indonesia
Dengan bergabungnya Indonesia ke NDB, pemerintah berharap dapat membuka akses pasar baru, memperkuat kolaborasi ekonomi, dan meningkatkan hubungan dengan negara berkembang yang tengah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Diplomasi Ekonomi Indonesia: Seimbang antara Timur dan Barat
Selain kerja sama dengan BRICS, Indonesia juga terus menyeimbangkan diplomasi ekonominya dengan Blok Barat dan negara-negara Pasifik.
Aksesi CPTPP
Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia akan mulai proses aksesi CPTPP pada tahun 2026, setelah Uruguay memulai lebih dahulu.
Progres Indonesia Menuju OECD
Proses aksesi Indonesia ke OECD juga menunjukkan perkembangan positif. Setelah selesainya perundingan IEU-CEPA pada September 2025, dukungan negara anggota OECD semakin menguat.
“Dari 37 negara anggota OECD, sekitar 34 di antaranya sudah secara terbuka mendukung Indonesia. Targetnya, tahun 2027 Indonesia resmi menjadi anggota OECD,” ujar Airlangga.
