LINTASWAKTU33, Danone Indonesia buka suara ihwal sumber air dalam air mineral kemasan merek Aqua yang menjadi sorotan publik usai inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke PT Tirta Investama (Aqua) Pabrik Subang viral di media sosial.
Sumber air Aqua dipertanyakan setelah pernyataan perwakilan perusahaan dalam video sidak menyebut air berasal dari sumur bor. Pernyataan tersebut memicu polemik dan kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak terhadap ketersediaan air warga sekitar.
Menanggapi hal itu, Danone Indonesia menegaskan bahwa informasi tersebut belum disampaikan secara lengkap dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Danone menjelaskan, sumber air Aqua bukan berasal dari air tanah dangkal atau air permukaan, melainkan dari akuifer dalam yang berada di kawasan pegunungan.
Akuifer dalam merupakan air tanah yang tersimpan di lapisan batuan atau sedimen bawah tanah yang berpori dan jenuh air. Danone menyebut akuifer yang digunakan berada di kedalaman sekitar 60 hingga 140 meter.
Air dari akuifer dalam ini terlindungi secara alami oleh lapisan batuan kedap air, sehingga disebut lebih aman dari risiko kontaminasi akibat aktivitas manusia.
Danone juga mengklaim pemanfaatan sumber air Aqua telah melalui kajian ilmiah oleh para ahli hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Hasil kajian tersebut juga menyatakan bahwa pengambilan air dilakukan secara hati-hati dan tidak menyebabkan penurunan muka air tanah, pergeseran tanah, maupun potensi longsor.
Danone menegaskan seluruh aktivitas pengambilan air telah mengantongi izin resmi dan berada di bawah pengawasan pemerintah daerah maupun pusat, termasuk Badan Geologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain itu, Aqua memiliki kebijakan internal Ground Water Resources Policy yang mengatur perlindungan air tanah dalam, menjaga kelestarian sumber daya air, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional.