Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 22 November 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan bahwa partisipasi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam Konferensi G20 Kepala Negara dan Pemerintahan (G20), yang diadakan di Johannesburg Expo Centre (NASREC) di Afrika Selatan dari tanggal 22 hingga 23 November 2025, adalah manifestasi dukungan Indonesia terhadap forum tingkat tinggi antar negara tersebut.
Dalam penjelasan Kemlu disebutkan bahwa partisipasi Gibran dalam G20 ditugaskan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Partisipasi Wakil Presiden Republik Indonesia dalam Konferensi Negara G20 adalah untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap G20 yang kuat dan konsisten.
Indonesia terus mengadvokasi reformasi tata kelola global, meningkatkan perwakilan negara-negara berkembang, dan berperan sebagai aktor konstruktif dalam diplomasi Global South, sesuai dengan prioritas,” adalah kutipan informasi dari Pemerintah Republik Indonesia, Jumat, 21 November 2025.
Presiden Prabowo juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Afrika Selatan, yang disampaikan secara langsung oleh Wakil Menteri Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan sebagai Utusan Khusus Presiden.
"Dalam surat tersebut, Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa ia tidak dapat hadir dalam KTT G20, dan menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia untuk berhasilnya pelaksanaan KTT G20 di bawah kepresidenan Afrika Selatan," tulisnya.
Presiden Prabowo saat ini sibuk dengan sejumlah agenda prioritas nasional sebelum akhir tahun, termasuk agenda strategis yang memerlukan panduan dan perhatian langsung terhadap negara.
Kemlu menyebutkan bahwa Presiden Prabowo masih memperhatikan G20 dan semua diskusi untuk memastikan posisi Indonesia terjaga dan efektif dalam negosiasi.
"Namun, Presiden Prabowo Subianto terus mengikuti perkembangan G20 dan memberikan arahan substantif kepada Sherpa Indonesia agar posisi Indonesia terjaga dan efektif dalam negosiasi," jelasnya.
Diketahui bahwa Kepresidenan G20 Afrika Selatan melanjutkan kepemimpinan rotasi negara-negara berkembang setelah Indonesia (2022), India (2023), dan Brasil (2024).
Mengusung tema "Solidaritas, Kesetaraan, Keberlanjutan", Afrika Selatan memfokuskan diskusi G20 pada empat prioritas utama:
1. Memperkuat Ketahanan dan Respons terhadap Krisis.
2. Memastikan Keberlanjutan Utang dengan Negara-Negara Berpendapatan Rendah.
3. Memobilisasi Pembiayaan untuk Keadilan Iklim dan Energi.
4. Memanfaatkan Mineral Kritis untuk Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan.
