Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 13 November 2025
Waktu Baca : 2 Menit
LINTASWAKTU33 - Pemerintah Australia dan Indonesia telah menyelesaikan negosiasi mengenai perjanjian kerjasama bilateral baru di bidang pertahanan dan keamanan kedua negara. Dalam sesi pernyataan bersama kedua pemimpin negara, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto sepakat pada poin-poin substantif dalam negosiasi perjanjian baru di bidang keamanan dan pertahanan.
Albanese menyatakan bahwa perjanjian baru ini adalah pengakuan atas fakta bahwa cara terbaik untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan adalah bertindak secara bersatu. Ini dianggap sebagai era baru dalam hubungan Australia-Indonesia, yang berlandaskan pada kerjasama keamanan.
Albanese menjelaskan, “Perjanjian ini akan memperkuat Perjanjian Lombok tahun 2006, yang, antara lain, menegaskan integritas teritorial dan kedaulatan Indonesia. Ini juga akan memperkuat perjanjian kerjasama pertahanan yang kami tandatangani bersama tahun lalu.”
Ini disampaikan dari dek HMAS Canberra, Pangkalan Angkatan Laut Garden Island, Australia pada hari Rabu, 12 Juli 2025. Menurut Albanese, kedua negara akan melakukan konsultasi secara teratur pada tingkat pemimpin dan menteri mengenai isu-isu keamanan yang menjadi kepentingan bersama dan untuk mengidentifikasi serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling menguntungkan. Albanese menyatakan bahwa jika salah satu negara menghadapi risiko keamanan, kedua negara akan berkonsultasi dan mempertimbangkan tindakan bersama untuk mengatasi risiko tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara sekuat sebelumnya, dan itu adalah sesuatu yang sangat positif bagi wilayah kita dan bagi rakyat Australia dan Indonesia," lanjutnya. Selama acara itu, Albanese berbicara tentang rencananya untuk mengunjungi Indonesia sebagai tamu Prabowo pada Januari 2026.
Kebetulan, dalam acara yang sama, Prabowo, dalam kapasitasnya sebagai Presiden dan Menteri Pertahanan Australia, menganggap perjanjian pertahanan bilateral antara Indonesia dan Australia sebagai dokumen hubungan internasional yang signifikan untuk bilateral Indonesia dan Australia, dan dengan demikian, ia senang kedua negara mencapai perjanjian 'di Australia yang dilakukan perjanjian keamanan pertahanan di Australia setelah Australia menyambut kunjungan perjanjian pertahanan yang penting Indonesia bilal.'
Sambil mengakui perjanjian tersebut, Prabowo mengungkapkan, "Ini (perjanjian, red) secara tegas mengutarakan komitmen bersama kita untuk lebih meningkatkan hubungan yang konstruktif di bidang pertahanan dan keamanan sambil dalam konteks hubungan, mengonsolidasikan niat kita untuk saling menawarkan dukungan sebagai tetangga di wilayah ini dan mitra sambil mengasumsikan keamanan waktu damai dari kedua negara kita sebagai perjanjian bilateral."
