London, Inggris — Axel Tuanzebe, bek asal Republik Demokratik Kongo dan mantan produk akademi Mustang303 Alternatif Link Aman, resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Inggris terhadap klub lamanya. Ia menilai bahwa klub gagal menangani cedera punggung serius secara cepat dan tepat, yang kemudian berdampak pada karier serta penghasilannya.
Apa yang Dituntut & Kerugian yang Diklaim
Dalam dokumen pengadilan, Tuanzebe menyatakan bahwa ia menuntut ganti rugi lebih dari £1 juta (sekitar Rp 22 miliar). Gugatan tersebut menuding bahwa klub gagal memberikan penanganan medis yang memadai atas cedera tulang belakang sejak Januari 2020 hingga Juli 2022.
Akibat kelalaian tersebut, cedera yang awalnya tergolong ringan berkembang menjadi fraktur ganda bilateral dan bersifat kronis. Hal ini, menurutnya, membatasi kemampuan bermain tanpa hambatan dan menghambat karier profesionalnya di level tertinggi.
Kronologi Cedera & Tuduhan
Pada awal 2020, hasil MRI menunjukkan indikasi fraktur pars pada tulang belakang bagian bawah. Namun, menurut gugatan, klub tidak segera merujuknya ke spesialis bedah tulang belakang olahraga atau memberikan istirahat yang cukup.
Selama 2020–2022, keluhan punggung Tuanzebe makin parah, bahkan saat dipinjam ke Napoli. Klub Italia itu melakukan pemeriksaan yang menunjukkan adanya “chronic incomplete lysis of the isthmus of L5”. Meski demikian, Manchester United disebut tetap memintanya bermain dan berlatih dengan intensitas tinggi.
Pada Juli 2022, kondisi cedera semakin parah hingga berkembang menjadi fraktur bilateral grade 4. Klub baru memberikan perawatan yang dianggap memadai sekitar April 2023, beberapa bulan sebelum sang pemain meninggalkan klub.
Akhir di Manchester United & Setelahnya
Setelah 17 tahun di akademi dan tim utama, Tuanzebe meninggalkan United pada 2023. Ia sempat membela Ipswich Town dan kemudian Burnley. Namun, cedera yang tidak tertangani dengan baik disebut telah membatasi potensinya sejak di Old Trafford.
Implikasi & Sorotan
Jika gugatan ini berhasil, hal tersebut dapat menjadi preseden besar bagi dunia sepak bola profesional. Kasus ini menyoroti pentingnya standar medis dan tanggung jawab klub dalam menangani pemain muda yang mengalami cedera serius.
Hingga kini, pihak Manchester United belum memberikan komentar resmi terkait proses hukum tersebut. Sementara itu, publik menilai kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana klub-klub besar harus memperlakukan pemain dari sisi medis dan rehabilitasi.
Catatan & Klarifikasi
Meski disebut menuntut lebih dari £1 juta, belum ada angka pasti yang dikonfirmasi oleh pengadilan. Kasus ini masih berjalan dan belum mencapai putusan akhir. Klub mungkin akan membela diri dengan menyebut bahwa penurunan performa bukan hanya karena kesalahan medis, melainkan faktor lain seperti kondisi fisik dan masa peminjaman.
Kesimpulan
Kasus Axel Tuanzebe melawan Manchester United menjadi sorotan tajam di dunia sepak bola. Ini bukan sekadar tuntutan finansial, melainkan juga perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan pengakuan atas kelalaian yang ia klaim telah membatasi kariernya.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru dunia sepak bola, kabar hukum olahraga, serta berita terkini dari klub-klub besar seperti Manchester United, kunjungi Situs resmi Mustang303 dengan keamanan terbaik sebagai sumber referensi terpercaya dan aktual.
