Kota Langsa Bagian Aceh Lumpuh Total Tanpa Listril Dan Jaringan Internet Karena Banjir

Information : HendrikSaputra99
Terbit pada : 27 November 2025
Waktu Baca : 4 Menit

LINTASWAKTU33 - Hujan deras yang mengguyur Aceh menimbulkan Banjir di Aceh Selatan, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Singkil Langsa. Badan Penanggulangan Bencana Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan bahwa banjir merendam Kabupaten maupun Kota Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara dan Aceh Selatan. Aceh Singkil, Aceh Utara dan Aceh Selatan.

Aceh Singkil, Aceh Utara dan Aceh Selatan. Aceh Singkil dan Aceh Utara dan Aceh Selatan. Zulman Teuku, seorang Aceh yang kini berdomisili di Jakarta, menuturkan bahwa ia tidak dapat menjangkau anggota keluarganya yang berdomisili di Langsa Baro dan Langsa Barat, Langsa. Zulman menuturkan bahwa komunikasi antar anggota keluarganya terhenti pada hari Rabu, 26 November 2025 pukul 14.30 akibat padam listrik.

Hingga hari ini, dia tidak tahu bagaimana kondisi keluarganya. Banjar di kota tersebut melanda. “Seluruh komunikasi yang terhubung dengan Kota Langsa Provinsi Aceh terputus kontak total mulai kemarin siang. Saya mendengarkan berita banjir di Kota Langsa.

“Seluruh komunikasi dengan Kota Langsa terputus mulai kemarin siang. Saya mendengarkan berita banjir di kota Langsa,” Zulman 26 November 2025. 33 Tahun dia cerita dia berbicara pada hari 23.

Menurut Zulman, bukan hanya dia yang kesulitan dan terputus komunikasinya dengan sanak saudara dan kerabat di kampung halamannya. Langsa.

Zulman khawatir tentang situasi tersebut dan mengharapkan pemerintah daerah untuk mengomunikasikan keadaan di lapangan kepada publik. Namun, menurut pendapatnya, pemerintah belum melakukannya.

“Baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi Aceh belum memberikan informasi mengenai situasi di sana,” kata Zulman. Menurut Zulman, banjir yang melanda Aceh adalah yang terburuk dalam 30 tahun terakhir.

Dari ceritanya, komunikasi radio dan transportasi darat ke dan dari Langsa telah terputus. Pusdalops BPBA mengonfirmasi bahwa warga Kota Langsa juga terputus dari banjir yang menggenang. Semua layanan offline, begitu juga internet dan listrik juga offline.

“Ini adalah pemadaman total. Tidak ada listrik dan internet,” kata Fauzan, seorang petugas yang sedang bertugas, saat ditanya tentang banjir pada hari Kamis, 27 November 2025.

Fauzan tidak dapat mengonfirmasi kapan akses ke listrik dan internet akan kembali. Dia menjelaskan bahwa ada tiga menara yang roboh, dan menara-menara tersebut masih dalam perbaikan.

Dari pertanyaan yang mengganggunya, tidak ada jawaban apakah pemadaman juga terjadi di daerah yang juga telah terendam. Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan di situs web BPBA, BPBA melaporkan bahwa hujan lebat adalah penyebab banjir pada 18 November 2025.Hingga 26 November 2025, ada 9 wilayah yang sedang mengalami banjir, termasuk Langsa.

Dalam penyampaian BPBA, curah hujan yang tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi yang tidak stabil tidak hanya menyebabkan banjir; tetapi juga menyebabkan tanah longsor. Mengenai dampak tanah longsor, ada 455 keluarga dari 1497 orang yang telah mengungsi.

"Dari 18 November 2025, 07.00 WIB hingga 26 November 2025, 12.00 WIB (Banjir), ada 14.235 Rumah Kepala Keluarga yang terpengaruh (46.893 Orang) dan 455 Keluarga/ 1.497 orang yang mengungsi," dia kutip Kamis.

Di Langsa, BPBA melaporkan bahwa curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan genangan banjir selama tiga hari terakhir. Banjir dikatakan berasal dari air limpasan dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa. 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak dilaporkan terendam banjir.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama