AS akan bantu Korsel bangun kapal selam nuklir

 

LINTASWAKTU33: Korsel dan AS Kerja Sama Kapal Selam Nuklir

Korsel dan AS Kerja Sama Kapal Selam Nuklir

Penulis: @johan | Terbit: 5 November 2025 | Waktu Baca: 2 menit

Kerja Sama Pertahanan AS-Korsel

LINTASWAKTU33-Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Selasa mengatakan bahwa Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dalam pengembangan kapal selam bertenaga nuklir.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Korsel Ahn Gyu-back usai pertemuan tahunan Security Consultative Meeting (SCM) di Seoul, Hegseth mengatakan kedua negara sepakat memperkuat kerja sama pertahanan, memodernisasi aliansi, dan memperluas kolaborasi industri bersama.

"Kami akan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Departemen Energi untuk memenuhi komitmen Presiden (Donald) Trump," kata Hegseth.

Rencana Kapal Selam Nuklir Korsel

Pada 30 Oktober, Trump menyetujui rencana Korsel untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan bahwa kapal selam nuklir dengan teknologi dalam negeri bisa beroperasi pada 2030.

Hegseth menyebut aliansi Korsel-AS "lebih kuat dari sebelumnya." Dia juga mengatakan bahwa untuk pertama kalinya, kedua negara sepakat melakukan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang AS di galangan kapal Korsel.

Modernisasi Aliansi dan Investasi Militer

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah praktis untuk memodernisasi aliansi. Hegseth sangat terdorong oleh komitmen Menteri Ahn untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan berinvestasi lebih besar pada kemampuan militer ROK, termasuk pertahanan rudal dan antariksa.

Dukungan AS dan Situasi Terkini

Terkait dukungan AS terhadap rencana Korsel membangun senjata nuklir sendiri, Hegseth menegaskan inti dari aliansi: melindungi Korsel dari ancaman Korea Utara (Korut). Ahn menegaskan Korsel tetap berkomitmen pada Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Militer Korsel melaporkan bahwa Korut meluncurkan sekitar 10 roket ke arah perairan Laut Kuning bagian utara pada Senin, sekitar satu jam sebelum kedatangan Hegseth di Camp Bonifas di Area Keamanan Bersama (JSA) dalam wilayah DMZ.

Informasi lebih lengkap mengenai kerja sama pertahanan ini bisa diakses di sini dengan keyword JAGUAR33 MANTAP.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama