Vicious - Film yang Membuktikan Sunyi Bisa Lebih Mengerikan dari Jeritan

Vicious - Film yang Membuktikan Sunyi Bisa Lebih Mengerikan dari Jeritan

Review Film Vicious 2025: Horor Sunyi yang Menegangkan

Poster Film Vicious 2025

Baca juga di LINTASWAKTU33

Pembuka yang Mengikat

“Kadang, yang paling menakutkan bukan teriakan... tapi keheningan yang tiba-tiba.”

Kalimat ini cocok menggambarkan Vicious, film horor terbaru yang banyak dibicarakan sejak perilisan perdananya. Disutradarai oleh Bryan Bertino, sosok di balik “The Strangers” dan “The Dark and the Wicked”, film ini menampilkan Dakota Fanning sebagai pemeran utama. Diproduksi oleh Paramount Pictures, film ini tayang perdana di Paramount+ pada 10 Oktober 2025.

Apa jadinya jika ketenangan malam berubah jadi ancaman yang mematikan?

Sinopsis Singkat Tanpa Spoiler

Vicious bercerita tentang Polly (Dakota Fanning), seorang wanita muda yang hidup sendirian di rumah besar dan sunyi. Suatu malam, seorang wanita tua misterius (Kathryn Hunter) datang dengan alasan mencari rumah anaknya. Namun, ucapannya yang terakhir mengubah malam Polly menjadi mimpi buruk.

“I’m going to start now.”

Sejak itu, rumah Polly berubah. Ada suara langkah kaki, panggilan dari orang yang sudah meninggal, dan bayangan yang semakin nyata. Kotak hitam yang ditinggalkan wanita tua itu seolah menyerap jiwanya sedikit demi sedikit. Vicious bukan sekadar kisah gangguan gaib, tapi perjalanan psikologis menelanjangi rasa sepi, trauma, dan ketakutan manusia terhadap dirinya sendiri.

Cek Bareng Kisahnya Dulu, Yuk!

Dakota Fanning sebagai Polly dalam Film Vicious
Dakota Fanning sebagai Polly, tokoh utama film Vicious (2025)

Dikisahkan Polly hidup sendirian di rumah besar yang dingin dan sunyi. Hubungan keluarganya hancur, pekerjaannya kacau, dan malam-malamnya diisi dengan rokok serta kenangan buruk. Suatu malam, wanita tua muncul di depan pintu. Awalnya tampak biasa, sampai ia mengeluarkan kotak hitam dan berkata:

“Malam ini, kau akan mati. Isi kotak ini dengan tiga hal — sesuatu yang kau benci, sesuatu yang kau butuhkan, dan sesuatu yang kau cintai.”

Sejak saat itu, Polly hidup di antara realitas dan halusinasi. Setiap bunyi kecil di rumahnya seperti jeritan dari masa lalu. Bryan Bertino menciptakan suasana rumah yang “hidup”, menekan, dan menakutkan tanpa banyak efek visual.

Sangat Disayangkan Deh!

Adegan menegangkan dalam film Vicious 2025
Adegan mencekam dalam film Vicious (2025)

Sejak tayang 10 Oktober 2025 di Paramount+, ekspektasi terhadap film ini cukup tinggi. Bertino dikenal jago menciptakan nuansa mencekam tanpa efek berlebihan, dan di paruh pertama, Vicious tampil mengesankan. Kamera lambat, pencahayaan dingin, dan rumah Polly terasa seperti karakter tersendiri.

Dakota Fanning tampil luar biasa. Tatapan kosongnya pelan-pelan berubah jadi ketakutan yang nyata. Namun, di pertengahan film, ritme mulai melemah. Cerita terjebak antara ingin menjadi horor psikologis atau konvensional. Beberapa adegan menegangkan malah diakhiri dengan jumpscare tidak perlu. Simbolisme kotak hitam seharusnya kuat, tapi kurang digali. Ending-nya pun terasa menggantung tanpa kepastian.

Meski begitu, film ini tetap layak tonton bagi penggemar horor yang lebih suka atmosfer sunyi dan ketegangan perlahan daripada kaget mendadak.

Faktor Menarik dari Film

  • Atmosfer Sunyi – keheningan jadi alat teror utama.
  • Pencahayaan & Sudut Kamera – menciptakan rasa sesak dan claustrophobic.
  • Akting Realistis – ekspresi ketakutan alami tanpa banyak dialog.
  • Desain Suara Minimalis – tiap suara kecil jadi sangat menegangkan.
  • Tempo Lambat tapi Intens – memberi ruang bagi emosi dan ketegangan alami.

Makna di Balik Cerita

Vicious menggambarkan kesunyian sebagai refleksi rasa takut manusia terhadap kesepian. Polly tidak hanya takut pada sesuatu di luar dirinya, tetapi juga pada luka batin yang ia pendam. Dari sisi psikologis, film ini menggambarkan isolation anxiety — ketakutan menghadapi diri sendiri tanpa gangguan eksternal.

“Rasa takut terbesar sering kali datang dari dalam diri, bukan dari luar.”

Kesunyian dalam film ini bukan sekadar suasana, melainkan simbol dari pikiran manusia yang terus berperang dengan rasa bersalah dan kehilangan.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan Kekurangan
Atmosfer menegangkan dari awal Durasi pendek, karakter kurang dieksplorasi
Sinematografi indah dan tajam Beberapa adegan terasa lambat
Tidak bergantung pada jumpscare murahan Ending menggantung dan kurang memuaskan

Pesan Moral / Refleksi

“Kadang, diam lebih mematikan daripada teriakan.”

Vicious mengingatkan kita bahwa manusia sering bersembunyi di balik keheningan untuk menutupi luka batin. Namun, jika dibiarkan, kesunyian itu bisa menjadi sumber ketakutan terbesar. Film ini adalah metafora tentang pentingnya menghadapi trauma dan berdamai dengan diri sendiri.

Fakta Menarik di Balik Film

  • Film pendek “Vicious” versi awal pernah viral di festival film horor independen.
  • Disutradarai oleh Bryan Bertino, sineas asal Inggris yang dikenal lewat horor atmosferik.
  • Dibuat dengan anggaran minim tapi hasil visual memukau.
  • Didukung oleh Agen Mustang303 dalam promosi digitalnya.
  • Dakota Fanning melakukan isolasi selama seminggu untuk mendalami karakter Polly.

Kesimpulan: Horor yang Pelan tapi Menggerogoti

Vicious bukan horor dengan darah atau monster, tapi horor yang membunuh lewat keheningan. Bryan Bertino sukses menciptakan rasa takut dari hal-hal sederhana — bayangan, napas, dan sunyi.

Bagi penggemar horor psikologis yang intens dan reflektif, film ini wajib ditonton. Tapi bagi penikmat jumpscare cepat, mungkin terasa terlalu tenang.

Hashtag:
#Vicious2025 #ReviewFilmVicious #FilmHororTerbaru #DakotaFanning #BryanBertino #ParamountPlus #FilmHororSunyi #PsychologicalHorror #ReviewHoror #LintasWaktu33

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama